RSS

TEORI-TEORI KEPRIBADIAN

04 Jun

1.    Teori Psikoanalisa dari Sigmund Fruud

Sigmund Freud dilahirkan 6 Mei 1856 dari sebuah keluarga Yahudi di Freiberg, Moravia, sebuah kota kecil di Austria (kini menjadi bagian dari Cekoslowakia). Pada saat Freud berusia 4 tahun, keluarganya mengalami kemunduran ekonomi, dan ayah Freud membawa pindah Freud sekeluarga ke kota Wina. Setelah menamatkan sekolah menengahnya di kota Wina ini, Freud masuk fakultas kedokteran Universitas Wina dan lulus sebagai dokter pada tahun 1881. Dari catatan pribadinya diketahui bahwa Freud sesungguhnya tidak tertarik untuk menjalani praktek sebagai dokter, dan lebih tertarik kepada kegiatan penelitian ilmiah. Tetapi karena desakan ekonomi keluarga, dibina bersama Martha Bernays, istrinya yang dinikahi Freud pada tahun 1886, Freud akhirnya menjalani praktek yang tidak disukainya itu. Di sela-sela waktu prakteknya Freud masih menyempatkan diri untuk melakukan kegiatan penelitian dan menulis. Adapun minat ilmiah utama Freud adalah pads neurologi, sebuah minat yang menyebabkan Freud menekuni penanganan gangguan-gangguan neurotik, k hususnya histeria.Teori-teori yang diusulkan oleh Sigmund Freud menekankan pentingnya peristiwa masa kanak-kanak dan pengalaman, namun hampir secara khusus berfokus pada gangguan mental bukan yang berfungsi normal.
Menurut Freud, perkembangan anak digambarkan sebagai serangkaian “tahap psikoseksual. Dalam “Essay Tiga pada Seksualitas” (1915), Freud diuraikan tahapan ini sebagai oral, anal, latency tiang, dan kelamin. Setiap tahap melibatkan kepuasan hasrat libidinal dan kemudian dapat memainkan peran dalam kepribadian orang dewasa.
Aliran psikoanalitik mempelajari perkembangan kepribadian dan perilaku abnormal daripada aliran psikologi. Aliran ini di kembangkan oleh Dr. Sigmund Freud sehingga lebih dikenal dengan nama Aliran Freud. Proses pengobatan gejala-gejala hysteria mulai dari pembiusan kemudian beralih ke hipnotis dan terapi bicara atau psikoanalisa yang mengutamakan pentingnya proses ketaksadaran.
Aliran Psikoanalitik terdiri dari dua variasi yakni personal dan interpesoanal, bagaimana kepribadian mempengaruhi belajar dan perilaku. Aliran personal dari teori psikoanalitik adalah tradisi Sigmund Freud yang berpendapat bahwa orang bertindak atas dasar motif yang tak disadarinya maupun atas dasar pikiran, perasaan dan kecenderungan yang disadari dan sebagaian disadari.
Dasar pendapat dan pandangan Frued berangkat dari keyakinan bahwa pengalaman mental manusia tidak ubahnya seperti gunung es yang terapung di samudra yang hanya sebagian terkecil yang tampak, sedankan sembilan persepuluhnya dari padanya yang tidak tampak, itulah yang merupakan bagian /lapangan ketidak sadaran mental manusia berupa pikiran kompleks,perasan dan keinginan-keinginan bawah sadar yang tidak dialami secara langsung tetapi ia terus mempengarui tingkah laku manusia. Bagi Frued segala bentuk tingkah laku manusia bersumber dari dorongan-dorongan alam bawah sadar. Dialektika antara kesadaran dan ketidaksadaran ini dijelaskan Frued dalm tiga system kejiwaan.

2.    Teori Analitik dari Carl Gustav Jung

Carl Gustav Jung dilahirkan pada Juli 26, 1875 di Kesswil, sebuah kota di Lake Constance di Switzerland. Ayahnya bernama Paul Jung, seorang pendeta desa dan ibunya bernama Emile Preiswerk Jung . Dia lahir di keluarga besar yang besar yang cukup berpendidikan. Jung senior mulai mengajari Jung bahasa latin ketika dia berumur 6 tahun, dan inilah yang menjadi awal minatnya pada sastra dan bahasa khususnya sastra kuno. Disamping bahasa–bahasa Eropa Barat modern, Jung dapat membaca beberapa bahasa kuno, termasuk sansekerta, bahasa asli kitab suci umat Hindu.
Semasa remaja, Jung adalah seorang yang penyendiri, tertutup dan sedikit tidak peduli dengan masalah sekolah, dan dia tidak mempunyai daya saing yang tinggi. Kemudian dia dimasukkan ke sekolah asrama di Bessl, Swiss. Disini dia merasa tertekan karena temannya cemburu kepadanya. Sehinggga dia sering membolos sekolah dan hidup dengan perasaan tertekan
Dalam teorinya Jung membagi psyche (jiwa) jadi tiga bagian. Bagian pertama adalah ego yang diidentifikasikanya sebagai alam sadar. Jung melihat ego sebagai pusat kesadaran akan tetapi bukan inti dari kepribadian. Kesadaran memainkan peran yang relative kecil di psikologi analitis, dan penekanan yang berkebihan  bagi perluasan psike di alam  sadar dapat menimbulkan ketidak seimbangan dalam psikogis seseorang. Bagian kedua, yang terkait dengan yang pertama, adalah alam bawah sadar personal, yang mencakup segala sesuatu yang tidak disadari secara langsung, tapi bisa diusahakan  untuk disadari. Alam bawah sadar personal yaitu yang mencakup kenangan-kenangan yang dapat dibawa kedalam alam sadar dengan mudah serta kenangan-kenangan yang ditekan karena alasan-alasan tertentu.Tapi alam bawah sadar personal ini tidak mencakup insting-insting yang telah dikemukakan oleh freud.
Kemudian Jung menambahkan satu teori yang berbeda dengan teori-teori yang lain, yaitu bagian alam bawah sadar kolektif. Alam bawah sadar kolektif adalah tumpukan pengalaman  kita sebagai spesies, semacam pengetahuan bersama yang kita miliki sejak lahir. Akan tetapi, pengalaman ini tidak bisa kita sadari secara langsung. Isi dari alam bawah sadar kolektif tidak Nampak secara mencolok, akan tetapi bisa mempengaruhi pikiran, emosi, dan tindakan seseorang. Alam bawah sadar kolektif bertanggung jawab atas mitos, legenda, dan keyakinan religious manusia.
3.    Teori Sosial Psikologis dari Adler, Fromm, Horney dan Sullivan

Diantara orang-orang yang melengkapi teori psikoanalisis dengan pandangan psikologi social abad XX terdapat empat orang yang ide-idenya dikemukakan dalam bab ini, yakni Alfred Adler, Karen Horney, Erich Fromm, dan Harry Stack Sullivan. Di antara keempat orang ini, Alfred Adler mungkin di anggap bapak “pandangan psikologi social yang baru” karena sudah sejak tahun 1911 ia berpisah dengan Freud karena persoalan mengenai seksualitas, dan mulai mengembangkan teori dimana minat social dan perjuangan kearah superioritas menjadi dua pilar konseptualnya yang paling penting.

ALFRED ADLER
Alfred Adler lahir di Wina pada tahun 1870 dari keluarga kelas menengah dan meninggal di Abedeen, Skotlandia pada tahun 1937 pada waktu ia mengadakan perjalanan keliling untuk memberikan ceramah. Ia meraih gelar dokter pada tahun 1895 dari Universitas Wina. Pada tahun 1935 Adler menetap di Amerika Serikat dimana ia meneruskan praktikya ia menjadi psikiater dan menjadi professor dalam psikologi medis di Long Island College of Medicine. Dalam teorinya, Adler berpendapat bahwa manusia pertama-tama dimotivasikan oleh dorongan-dorongan social. Menurut Adler, manusia pada dasarnya adalah makhluk social. Berbeda dengan pandangan pokok Freud bahwa tingkah laku manusia didorong oleh insting-insting yang dibawa sejak lahir. Sumbangan penting kedua dari Adler bagi teori kepribadian adalah konsepnya mengenai diri yang kreatif dan yang ketiga yaitu psikologi Adler berbeda dengan psikoanalisis klasik yang tekanannya pada keunikan kepribadian. Adler berpendapat bahwa setiap orang merupakan konfigurasi unik dari motif-motif, sifat-sifat, minat-minat dan nilai-nilai setiap perbuatan yang dilakukan orang membawa corak khas gaya hidupnya sendiri. Teori kepribadian Adler sangat ekonomis, artinya sedikit konsep dasar menopang seluruh struktur teoritisnya. Segi pandangan Adler dapat dengan cepat disajikan secara ringkas dalam sejumlah kecil rubrik, yakni (1) finalisme fiktif, (2) perjuangan kearah superioritas, (3) perasaan inferioritas dan kompensasi (4) minat social (5) gaya hidup (6) diri kreatif.
Finalisme Fiktif
Setelah Adler memisahkan diri dari Freud, ia dipengarui oleh filsafat Hans Vaihinger. Vaihinger mengemukakan bahwa manusia hidup dengan banyak cita-cita yang semata-mata bersifat fiktif, yang tidak ada padanannya dalam kenyataan. Gambarab-gambaran fiktif ini misalnya, “semua manusia diciptakan sama”, kejujuran adalah politik yang paling baik”. Bagi Adler, tujuan fiktif merupakan penyebab subjektif peristiwa-peristiwa psikologis.

Perjuangan ke Arah Superioritas
Adler menyatakan bahwa perjuangan ini bersifat bawaan yang merupakan bagian dari hidup. Dari lahir sampai mati perjuangan kearah superioritas itu membawa sang pribadi dari satu tahap perkembangan ke tahap-tahap perkembangan berikutnya yang lebih tinggi. Ia merupakan prinsip dinamik prepoten.
Perasaan Inferioritas dan Kompensasi
Adler mengemukakan bahwa yang menentukan letak gangguan tertentu adalah inferioritas dasar pada bagian itu, suatu inferioritas yang timbul karena hereditas maupun karena suatu kelainan dalam perkembangan. Selanjutnya ia mengamati bahwa orang yang mempunyai organ yang cacat seringkali berusaha mengkompensasikan kelemahan itu dengan jalan memperkuatnya melalui latihan intensif. Seperti contoh, Theodore Roosevelt yang lemah pada masa mudanya tetapi berkat latihan yang sistematik akhirnya menjadi orang yang berfisik tegap. Manusia didorong oleh kebutuhan untuk mengatasi inferioritasnya dan ditarik oleh hasrat untuk menjadi superior. Bagi Adler, tujuan hidup adalah kesempurnaan, bukan kenikmatan.
Minat Kemasyarakatan (Sosial)
Minat social merupakan kompensasi sejati yang tak dapat dan yang tak dapat dielakkan bagi semua kelemahan alamiah manusia individual. Adler yakin bahwa minat social bersifat bawaan; bahwa manusia adalah makhluk social menurut kodratnya, bukan karena kebiasaan belaka.
Gaya Hidup
Gaya hidup adalah prinsip system dengan mana kepribadian individual berfungsi serta keseluruhanlah yang memerintah bagian-bagiannya. Gaya hidup merupakan prinsip-prinsip idiografik Adler yang utama yang menjelaskan keunikan seseorang. Adler menyatakan bahwa gaya hidup sebagian besar ditentukan oleh inferioritas-inferioritas khusus, entah khayalan atau nyata yang dimiliki orang. Gaya hidup merupakan kompensasi dari suatu inferioritas khusus.
Diri Kreatif
Diri kreatif merupakan jembatan antara stimulus-stimulus yang menerpa seseorang dan respon-respon yang diberikan orang yang bersangkutan terhadap stimulus-stimulus itu. Diri kreatif adalah prinsip aktif kehidupan manusia, dan tidak berbeda dengan konsep jiwa. Diri kretif memberikan arti pada kehidupan yang menciptakan tujuan atau sarana untuk mencapainya.

ERICH FROMM
Erich Fromm lahir di Frankfurt, Jerman, pada tahun1900 dan belajar psikologi dan sosiologi di Universitas Heidelberg, Frankfurt dan Munich. Setelah meraih gelar Ph.D dari Heidelberg tahun1922, ia belajar psikoanalisis di Munich dan pada Institut Psikoanalisis Berlin yan terkenal. Fromm sangat dipengarui ileh tulisan-tulisan Karl Marx. Tema dasar dari semua tulisan Fromm adalah orang yang merasa kesepian dan merasa terisolasi karena ia dipisahkan dari alam dan orang-orang lain. Fromm menyebutkan dan menjelaskan lima tipe karakter social yang ditemukan dalam masyarakat, yakni reseptif, eksploitatif, penimbunan, pemasaran dan produktif. Tipe-tipe ini melukiskan cara-cara yang berbeda dengan mana individu-individu dapat berhubungan dengan dunia dan dengan satu sama lain. Hanya tipe yang terakhir (produktif) dianggapnya sebagai sesuatu yang sehat dan merupakan perwujudan dari apa yang disebut Marx “free conscious activity”.

KAREN HORNEY
Karen Horney lahir di Hamburg, Jerman pada tanggal 16 September, 1885 dan meninggal di New York City pada tanggal 4 Desember, 1952. Ia mendapat pendidikan kedokteran di Universitas Berlin, dan bekerja di Institut Psikoanalisis Berlin dari tahun1918 sampai tahu 1932. Horney sangan berkeberatan dengan konsep Freud tentang iri karena penis (penis envy) sebagai factor yang menentukan dalam psikologi wanita. Horney berpendapat bahwa psikologi wanita didasarkan pada kekurangpercayaan diri serta penekanan yang terlalu berlebihan pada hubungan cinta, dan tidak ada sangkut pautnya dengan anatomi organ-organ seksnya. Konsep utama Horney adalah kecemasan dasar. Umumnya, segala sesuatu yang mengganggu keamanan anak dalam hubungan dengan orang tuanya menimbulkan kecemasan dasar. Horney menyajikan suatu daftar yang terdiri dari 10 kebutuhan yang diperoleh sebagai akibat dari usaha menemukan pemecahan-pemecahan terhadap masalah hubungan-hubungan manusia yang terganggu, 10 kebutuhan itu yakni :
1.    Kebutuhan neurotic akan kasih saying dan penerimaan
2.    Kebutuhan neurotic akan mitra yang bersedia mengurus kehidupan seseorang
3.    Kebutuhan neurotic untuk membatasi kehidupan dalam batas-batas yang sempit
4.    Kebutuhan neurotik akan kekuasaan
5.    Kebutuhan neurotic untuk mengeksploitasi orang lain
6.    Kebutuhan neurotic akan prestise
7.    Kebutuhan neurotic akan keaguman pribadi
8.    Ambisi neurotic akan prestasi pribadi
9.    Kebutuhan neurotic untuk berdiri sendiri dan indenpendensi
10.    Keburuhan neurotic akan kesempurnaan dan ketaktercelaan
Dalam sebuah tulisan yang kemudian, Horney mengklasifikasikan kesepuluh kebutuhan ini dalam tiga kelompok :
1.    Bergerak menuju orang lain (moving toward people), misalnya kebutuhan akan cinta.
2.    Bergerak menjauhi orang lain (moving away from people), misalnya kebutuhan akan independensi
3.    Bertgerak melawan orang lain (moving against people), misalnya kebutuhan untuk berkuasa.

HARRY STACK SULLIVAN
Harry Stack Sullivan lahir disuatu daerah pertanian dekat Norwich, Nem York, pada yanggal 21 Februari 1892, dan meninggal pada tanggal 14 Januari 1949 di Paris, Perancis dalam perjalanan pulang dari pertemuan badan eksekutif World Federation for Mental Health di Amsterdam. Ia meraih gelar dokternya dari Chicago College of Medicine and Surgery pada tahun 1917. Harry Stuck Sullivan adalah pencipta segi pandangan baru yang terkenal dengan nama interpersonal theory of psychiatry. Ajaran pokok dari teori ini dalam hubungannya dengan teori kepribadian ialah bahwa kepribadian adalah “pola yang relative menetap dari situasi-situasi antar pribadi yang berulang yang menjadi ciri kehidupan manusia”. Kepribadian merupakan suatu entitas hipotetis yang tidak dapat dipisahkan dari situasi-situasi antar pribadi, dan tingkah laku antar pribadi merupakan satu-satunya segi yang dapat diamati sebagai kepribadian.

Struktur Kepribadian
Sullivan mengakui bahwa kepribadian hanya berstatus hipotetis, namun ia menegaskan bahwa kepribadian merupakan pusat dinamik dari berbagai proses yang terjadi dalam serangkaian medan antar pribadi. Proses-proses yan terpenting adalah dinamisme, personifikasi, dan proses kognitif.
Dinamisme : merupakan unit terkecil yang dapat dipakai untuk meneliti individu. Dinamisme dapat didefinisikan sebagai pola transformasi energy yang relative menetap, yang secara berulang member cirri kepada organism selama keberadaannya sebagai organism hidup.
Personifikasi : suatu gambaran yan dimiliki individu tentang dirinya sendiri atau orang lain yang mencakup perasaan, sikap, dan konsepsi kompleks yang timbul karena mengalami kepuasan kebutuhan atau kecemasan.
Proses Kognitif : Sullivan mengklasifikasikan pengalaman ke dalam tiga golongan. Pengalaman terjadi dalam tiga cara yakni prototaksik, parataksik, dan sintaksik.
Meskipun dinamisme, personifikasi, dan proses kognitif bukan merupakan unsu-unsur pokok kepribadian, namun ketiga-tiganya merupakan ciri structural yang sangat khas dalam system Sullivan.

Dinamika Kepribadian
Dinamika kepribadian yang dikembangkan oleh Sullivan terdiri dari Tegangan dan Transformasi energy. Tegangan-tegangan dapat dianggap sebagai kebutuhan untuk menstransformasikan energy khusus yang akan menghilangkan tegangan, seringkali disertai dengan perubahan keadaan jiwa, yakni perubahan kesadaran yang dapat kita sebut dengan kepuasan. Energi ditransformasikan dengan melakukan suatu pekerjaan. Pekerjaan bisa berupa kegiatan-kegiatanyang melibatkan otot-otot badan atau berupa kegiatan-kegiatan mental, seperti persepsi, ingatan dan berfikir.

Perkembangan Kepribadian
Sullivan mengemukakan suatu pandangan yang lebih bersifat psikologi social tantang perkembangan kepribadian , suatu pandangan dimana pengaruh-pengaruhyang unik dari hubungan-hubungan manusia yang diberi peranan yang semestinya.

Tahap-tahap Perkembangan
Sullivan menguraikan enam tahap perkembangan kepribadian sebelum tahap perkembangan yang terakhir dicapai. Keenam tahap tersebut adalah (1) masa bayi, (2) masa kanak-kanak, (3) masa juvenile (pueral) (4) masa pra adolesen, (5) masa adolesen awal, (6) masa adolesen akhir.

4.    Teori Personologi dari Murray

Henry Alexander Murray dilahirkan di New York pada tanggal 13 Mei 1893 dan meninggal pada tahun 1988. Sama seperti pandangan psikoanalisa, Henry Murray juga berpendapat bahwa kepribadian akan dapat lebih mudah dipahami dengan cara menyelidiki alam ketidaksadaran seseorang (unconscious mind). Murray menjadi professor psikologi di Harvard University dan mengajar disana lebih dari 30 tahun.
Peranan Murray di bidang psikologi adalah dalam bidang diagnosa kepribadian dan teori kepribadian. Hasil karya terbesarnya yang sangat terkenal adalah teknik evaluasi kepribadian dengan metode proyeksi yang disebut dengan “Thematic Apperception Test (TAT)”. Test TAT ini terdiri dari beberapa buah gambar yang setiap gambar mencerminkan suatu situasi dengan suasana tertentu. Gambar-gambar ini satu per satu ditunjukkan kepada orang yang diperiksa dan orang itu diminta untuk menyampaikan pendapatnya atau kesannya terhadap gambar tersebut. Secara teoritis dikatakan bahwa orang yang melihat gambar-gambar dalam test itu akan memproyeksikan isi kepribadiannya dalam cerita-ceritanya

Defenisi Kepribadian menurut Murray
Secara teoritis, komponen definisi kepribadian murray, yaitu :
•    Kepribadian adalah abstraksi yang dirumuskan teoritikus ( ahli teori ) dan bukan gambaran tingkah laku individu belaka.
•    Kepribadian individu adalah rangkaian peristiwa yang secara ideal mencakup rentang hidup sang individu. Sejarah kepribadian yaitu : kepribadian itu sendiri.
•    Definisi kepribadian harus mencerminkan unsur unsur tingkah laku yang tepat dan berulang, maupun unsur unsur yang baru dan unik.
•    Kepribadian adalah fungsi yang menata dan mengarahkan dalam diri individu yang punya tujuan : mengintegrasikan konflik konflik dan rintangan rintangan yang dihadapi, memuaskan kebutuhan kebutuhan individu dan menyusun rencana rencana untuk mencapai tujuan dimasa datang.
•    Kepribadian terletak di otak, tanpa otak tidak ada kepribadian.

Struktur Kepribadian Murray
Pandangan-pandangan Murray tentang struktur kepribadian sangat dipengaruhi oleh teori Psikoanalisa Freud, meskipun dalam banyak hal berbeda secara mencolok.
1.    Proceedings dan Serials
Menurut Murray, proceeding adalah hal-hal yang kita amati untuk digambarkan dan dijelaskan menggunakan model-model tertentu serta hal-hal yang akan kita prediksikan untuk menguji kejituan perumusan-perumusan kita. Idealnya, durasi dari proceeding ditentukan oleh dua hal yaitu; permulaan dan penyelesaian. Konsep proceeding mencerminkan keyakinan Murray, bahwa tingkah laku tidak mungkin terlepas dari dimensi waktu. Menurut Murray, proceeding dapat digolongkan menjadi internal (daydreaming, problem solving, planning in solitude ) atau eksternal ( berinteraksi dengan orang lain atau objek-objek dalam lingkungan ).
Serial adalah satuan tingkah laku fungsional yang lebih panjang. Penggambaran tingkah laku secara serial sangat penting karena proceeding-proceeding tertentu begitu erat berhubungan dengan yang lain, sehingga tidak mungkin diteliti sendiri-sendiri untuk mendapatkan arti secara keseluruhan.
2.    Serial Programs dan Schedules
Serial program adalah penyusunan secara teratur atas sub-sub tujuan yang merentang ke arah masa depan, mungkin sampai jangka waktu bertahun-tahun, dan apabila berlangsung dengan baik, akhirnya akan mencapai suatu keadaan yang diinginkan.Schedule adalah sarana-sarana untuk mereduksikan konflik antara kebutuhan-kebutuhan dan objek-objek tujuan yang saling bersaing, dengan cara mengatur penyaluran kecenderungan-kecenderungan ini pada waktu yang berbeda.
3.    Abilities dan Achievements
Menurut Murray, kemampuan dan prestasi adalah bagian yang penting dalam kepribadian. Kedua hal tersebut menjalankan fungsi sentral menjembatani disposisi-disposisi dengan tindakan serta hasil ke arah mana disposisi-disposisi tersebut ditujukan. Hasil dari penelitian-penelitian Murray, menunjukkan bahwa konsep ability dan achievement berlaku pada berbagai bidang seperti; mekanik, kepemimpinan, sosial-ekonomi, erotik dan intelektual.
4.    Pembentukan Kepribadian
Murray setuju dengan konsep Id, Ego, dan Superego yang dikemukakan oleh Freud. Id sebagai gudang impuls-impuls yang bersifat primitif dan tidak dapat diterima, disinilah sumber energy dan motif yang dibawa sejak lahir. Murray juga berpendapat bahwa Id berisi impuls yang dapat diterima oleh diri dan masyarakat. Ego, sejalan dengan teori Psikoanalitis dipandang sebagai organisator atau integrator sentral tingkah laku. kekuatan dan keberhasilan ego merupakan faktor penting penentu penyesuaian diri individu. Superego, dalam teori Murray dipandang sebagai penanaman kebudayaan. Superego merupakan subsistem yang diinternalisasikan dan dalam individu bertindak sebagai pengatur tingkah laku persis seperti yang pernah dilakukan oleh pelaku-pelaku diluar individu.
Dinamika Kepribadian
Kontribusi Murray terhadap teori psikologi yang telah menjadi paling menonjol terdapat dalam representasi perjuangan, pencarian, keinginan, harapan, dan kesediaan manusia. Bisa dikatakan bahwa posisinya pada dasarnya merupakan suatu psikologi yang memotivasi. Fokus ini terhadap proses motivasi adalah hal yang selaras dengan keyakinan Murray bahwa studi tentang kecenderungan arah seseorang memegang peranan penting untuk memahami perilaku manusia. “…Hal yang paling penting untuk mengetahui tentang seseorang … adalah the superordinate directionality/directionalities mengenai kegiatannya, baik mental, verbal ataupun fisik” (Murray, 1951b, p.276). Ketertarikan Murray terhadap directionality membawanya kepada hal yang paling kompleks dan menggambarkan secara cermat mengenai sistem konstruksi motivasi yang dapat ditemukan dalam suasana psikologi contemporer. Minat taksonominya jelas terungkap dalam diri pasien dan terserap dalam mengklasifikasikan elemen perilaku manusia dari segi faktor penentu atau motif manusia yang mendasarinya.Dalam memikirkan teori Murray mengenai motivasi kita seharusnya mulai dengan diskusi mengenai konsep need, yangmana dari awal telah menjadi fokus dari upaya konseptualnya, dan konsep terkait lainnya yaitu press, tension reduction, thema, need integrate, unity-thema,dan regnancy. Akhirnya kita akan membahas nilai terkaitnya dan konsep vector yang mewakili teorinya.

Need (Kebutuhan)
Kebutuhan adalah sebuah gagasan (sebuah fiksi yang mudah digunakan atau konsep hipotetis) yangmana berdiri untuk sebuah kekuatan … di wilayah otak, suatu kekuatan yang mengatur persepsi, apersepsi, cara berpikir, konatif dan tindakan yang merupakan jalan untuk merubah ke arah tertentu yang ada, situasi yang tidak memuaskan.
Murray menyatakan bahwa keberadaan kebutuhan dapat disimpulkan atas dasar:
1.    Efek atau hasil akhir perilaku
2.    Pola tertentu atau modus perilaku yang terlibat
3.    Perhatian dan respon yang selektif terhadap kelas tertentu dari objek stimulus
4.    Ekspresi dari emosi dan pengaruh tertentu
5.    Ekspresi kepuasan ketika efek tertentu diterima atau mengecawakan ketika efek tersebut tidak didapatkan

Tipe-tipe Kebutuhan Murray yaitu:
a.    Kebutuhan Primer atau viscerogenic needs : kebutuhan untuk kepuasan fisik, seperti: udara, air, makanan, sex, ASI, buang air kecil dan buang air besar.
Kebutuhan Sekunder atau physogenic needs : kebutuhan sebagai turunan dari kebutuhan primer dan berperan sebagai kebutuhan batiniah, seperti : pendapatan,pencapaian atau prestasi, pengakuan oleh orang lain, mendapatkan perhatian, kekuasaan, kemandirian, dan kehormatan.
b.    Overt needs : kebutuhan mengeskpresikan diri pada hal yang nyata seperti tingkah laku motorik.
Covert needs : kebutuhan mengekspresikan diri pada hal yang terpendam seperi fantasi dan mimpi karena tidak semua kebutuhan tersebut dapat diekspresikan melalui tingkah laku motorik karena adanya norma-norma di dalam masyarakat.
c.    Focal needs : kebutuhan yang memiliki sumber terfokus pada satu titik saja.
Difuse needs : kebutuhan yang memiliki sumber tersebar di banyak tempat.
d.    Proactive needs : kebutuhan yang digerakkan oleh dorongan diri sendiri
Reactive needs : kebutuhan yang ada sebagai akibat dari suatu hasil dari kejadian.
e.    Process activity : berbagai proses indra yang bekerja dalam melakukan aktivitas dan pelaku mendapat  kesenangan dari proses tersebut
Modal needs : kebutuhan untuk mendaoatkan reward atau penghargaan apabila melakukan pekerjaan dengan sempurna
Effect needs : kebutuhan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan

Daftar kebutuhan Murray :
ABASEMENT=Untuk menerima tekanan dari luar, seperti : luka, makian, kritik, hukuman dan menerima kekurangan, kesalahan dan kekalahan.
ACHIEVEMENT=Untuk menyelesaikan masalah atau tantangan dengan menguasai, memanipulasi, cepat, mandiri, sempurna, menaikkan harga diri dengan meningkatkan keahlian.
AFFILIATION=Untuk bekerja sama dan bernegosiasi dengan orang lain.
AGRESSION=Untuk mengatasi perlawanan, berkelahi, membalas dendam, menyerang dan menghukum orang lain.
AUTONOMY=Untuk bebas, tidak terikat dan berdiri sendiri serta menghindari paksaan dan kediktatoran.
COUNTERACTION=Untuk menguasai atau mengatasi kegagalan, kelemahan, ketakutan, menghargai diri sendiri dengan meningkatkan kualitas diri.
DEFENDENCE=Untuk membela diri dari gangguan eksternal maupun internal.
DEFERENCE=Untuk mengakui dan menghomati orang lain yang lebih ‘tinggi’.
DOMINANCE=Untuk mengontrol kehidupan seseorang, mempengaruhi orang lain dengan sugesti, bujukan, dan perintah.
EXHIBITION=Untuk menimbulkan impresi, menjadi perhatian untuk dilihat dan didengar orang lain.
HARMAVOIDANCE=Untuk menghindari luka, sakit, siksaan dan kematian serta menyelamatkan diri.
INFAVOIDANCE=Untuk menghindari penghinaan, kabur disaat-saat yang memalukan, menghindari hal-hal yang beresiko.
NURTURANCE=Untuk memberikan simpati dan memberikan pertolongan bagi yang membutuhkan.
ORDER=Untuk mengorganisir sesuatu.
PLAY=Untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan, menghilangkan stress, seperti tertawa dan mengeluarkan lelucon.
REJECTION=Untuk menolak hal-hal yang tidak sesuai dengan prinsipnya.
SENTIENCE=Untuk mencari dan menikmati kesan yang menyentuh perasaan .
SEX=Untuk melakukan hubungan intim dengan orang lain.
SUCCORANCE=Untuk dicintai, dilindungi, dituntun, dimaafkan, dan untuk selalu didukung.
UNDERSTANDING=Untuk bertanya atau menjawab pertanyaan, untuk menspekulasi, menganalisis, dan mengeralisasi.

Perkembangan Kepribadian
Menurut Murray, “sejarah dari kepribadian adalah kepribadian itu sendiri”; mempelajari manusia sebagaimana mereka terus berkembang merupakan hal yang sangat penting untuk memahami manusia itu sendiri. Kombinasi dari proses, ketersambungan, kemampuan, prestasi, kebutuhan, tekanan, proses memerintah, tujuan dan nilai dapat digunakan untuk memahami manusia dalam beberapa hal dalam satu waktu, tetapi dalam penggambarannya hal itu tidaklah cukup. Karena bagian-bagian tersebut hanya dapat di mengerti dengan kesimpulan dari keseluruhannya, penelitian longitudinal dari manusialah yang merupakan hal terpenting.Kita akan memulai dari memikirkan konsep Murray mengenai “complex”, yang didasarkan pada pemikiran Freudian dan Jungian. Lalu kita akan melihat pemikiran Murray tentang bagaimana perkembangan dan pembelajaran terjadi, termasuk pengaruh penting dari genetic─maturational dan experiential determination. Terakhir kita akan melihat kembali konsepnya tentang bagaimana manusia bersosialisasi atau beradaptasi dengan lingkungannya.

Psychopatology
Psikopatologi adalah studi tentang penyakit mental, gangguan mental, dan perilaku abnormal / maladaptif. Istilah ini paling sering digunakan dalam psikiatri di manapatologi mengacu pada proses penyakit. Psikologi abnormal adalah istilah yang samadigunakan lebih sering di bidang non-medis psikologi. Psikopatologi tidak harus bingung dengan psikopati, sebuah subtipe genetik dari gangguan kepribadianantisosial. Didasarkan pada karya Freud, Murray membagii lima tahapan pada masa kanak-kanak, masing-masing ditandai oleh kondisi pleasureable yang pasti diakhiri oleh tuntutan sosial.Setiap tahapan meninggalkan jejaknya pada kepribadian kita dalam bentuk kesadaran kompleks atau pola yang mengarahkan perkembangan.Kesesuaian yang terakhir kami untuk murray, semua orang pasti melewati tahapan.dissini perkembangan yang sama ada yang tidak normal tentang mereka kecuali ketika mereka diwujudkan secara ekstrim. suatu kondisi yang membuat orang terpaku pada tahapan2 kepribadian.Teori ini kemudian tidak mampu mengembangkan spontanitas dan fleksibilitas, sebuah situasi yang mengganggu pembentukan ego dan superego.

Asasmen
The OSS Assessment Program. Calon potensial untuk posisi OSS ( Office of Strategic Service) diwawancarai dan diberi tes Rorschach, tes TAT dan kuesioner yang mencakup berbagai topik. Calon berpartisipasi dalam tes situasional, yang berada pada situasi stres yang dapat merangsang pengalaman mereka. Perilaku mereka dalam tes ini sangat diamati. Tim penilai mengembangkan prosedur untuk menguji kemampuan kandidat untuk “mentolerir ketegangan emosional dan intelektual yang parah.”
The Thematic Apperception Test. TAT terdiri dari satu set gambar ambigu menggambarkan adegan sederhana. Orang mengambil ujian diminta untuk menulis sebuah cerita yang menggambarkan manusia dan benda dalam gambar, menggambarkan apa yang mungkin yang mengarah pada sebuah situasi dan apa yang orang pikirkan dan rasakan.

Intervensi
Dalam program penilaian murray untuk oss, dia menggunakan tes situasional (pengamatan perilaku), Hal ini menyebabkan pengembangan pusat-pusat penilaian, yang sangat populer di dunia bisnis saat ini. Murray dan rekan mengembangkan tes Apersepsi Tematik (TAT), berdasarkan konsep Freud tentang proyeksi penelitian.Murray melibatkan analisis ekstensif pada S1 mahasiswa laki-laki normal.Jadi, pendekatannya adalah idiografis (melibatkan studi intensif dari orang nomor kecil) daripada nomotetis (melibatkan perbedaan statistik ditemukan di antara sekelompok besar orang). Penelitian yang cukup besar telah dilakukan pada kebutuhan yang diusulkan Murray untuk prestasi dan afiliasi dan respon terhadap pentingnya power terletak pada daftarnya kebutuhan dan teknik nya untuk menilai kepribadian.

5.    Teori Medan dari Kurt Lewin

Kurt Lewin lahir pada tanggal 9 September 1890 disuatu desa kecil di Prusia, daerah dosen. Ia adalah anak kedua dari empat bersaudara, Lewin menyelesaikan sekolah menengahnya di Berlin tahun 1905 kemudian ia masuk Universitas di Freiburg dengan maksud belajar ilmu kedokteran, tetapi ia segera melepaskan idenya ini dan setelah satu semester belajar psikologi pada universitas di sana. Setelah meraih gelar doktornya pada tahun 1914, Lewin bertugas di ketentaraan Jerman selama empat tahun. Pada akhir perang ia kembali ke Berlin sebagai instruktur dan asisten penelitian pada lembaga Psikologi.
Lewin menghabiskan sisa sisa hidupnya di Amerika Serikat. Ia adalah profesor dalam bidang psikologi anak-anak pada Universitas Cornell selama dua tahun (1933-1935) sebelum dipanggil ke Universitas negeri Iowa sebagai profesor psikologi pada Badan Kesejahteraan Anak. Pada tahun 1945, Lewin menerima pengangkatan sebagai profesor dan direktur Pusat Penelitian untuk dinamika kelompok di Institut Teknologi Massachussetts. Pada waktu yang sama, ia menjadi direktur dari Commission of Community Interrelation of The Amerika Jewish Congress, yang aktif melakukan penelitian tentang masalah masalah kemasyarakatan. Ia meninggal secara mendadak karena serangan jantung di Newton Ville, Massachussetts, pada tanggal 9 Februari 1947 pada usia 56 tahun.

Konsep Utama Teori Lewin
Bagi Lewin, teori medan bukan suatu sistem psikologi baru yang terbatas pada suatu isi yang khas: teori medan merupakan sekumpulan konsep dengan dimana seseorang dapat menggambarkan kenyataan psikologis. Konsep konsep ini harus cukup luas untuk dapat diterapkan dalam semua bentuk tingkah laku, dan sekaligus juga cukup spesifik untuk menggambarkan orang tertentu dalam suatu situasi konkret. Lewin juga menggolongkan teori medan sebagai “suatu metode untuk menganalisis hubungan hubungan kausal dan untuk membangun konstruk-konstruk ilmiah”
Ciri ciri utama dari teori Lewin, yaitu :
1.    Tingkah laku adalah suatu fungsi dari medan yang ada pada waktu tingkah laku itu terjadi
2.    Analisis mulai dengan situasi sebagai keseluruhan dari mana bagian bagian komponennya dipisahkan
3.    Orang yang kongkret dalam situasi yang kongkret dapat digambarkan secara matematis.
Konsep konsep teori medan telah diterapkan Lewin dalam berbagai gejala psikologis dan sosiologis, termasuk tingkah laku bayi dan anak anak , masa adolsen , keterbelakangan mental, masalah masalah kelompok minoritas, perbedaan perbedan karakter nasional dan dinamika kelompok.
Dibawah ini kita akan membahas Teori Lewin tentang struktur, dinamika dan perkembangan kepribadian yang dikaitkan dengan lingkungan psikologis, karena orang orang dan lingkungannya merupakan bagiab bagian ruang kehidupan (life space) yang saling tergantung satu sama lain. Life space digunakan Lewin sebagai istilah untuk keseluruhan medan psikologis.

Struktur Kepribadian
Lewin sebaiknya menggambarkan pribadi itu dengan menggunakan definisi konsep-konsep struktural secara spasial. Dengan cara ini , Lewin berusaha mematematisasikan konsep-konsepnya sejak dari permulaan. Matematika Lewin bersifat non-motris dan menggambarkan hubungan-hubungan spasial dengan istilah-istilah yang berbeda. Pada dasarnya matematika Lewin merupakan jenis matematika untuk menggambarkan interkoneksi dan interkomunikasi antara bidang bidang spasial dengan tidak memperhatikan ukuran dan bentuknya.
Pemisahan pribadi dari yang lain-lainnya di dunia dilakukan dengan menggambarkan suatu figur yang tertutup. Batas dari figur menggambarkan batas batas dari entitas yang dikenal sebagai pribadi. Segala sesuatu yang terdapat dalam batas itu adalah P (pribadi): sedangkan segala sesuatu yang terdapat di luar batas itu adalah non-P.
Selanjutnya untuk melukiskan kenyataan psikologis ialah menggambar suatu figur tertutup lain yang lebih besar dari pribadi dan yang melingkupnya. Bentuk dan ukuran figur yang melingkupi ini tidak penting asalkan ia memenuhi dia syarat yakni lebih besar dari pribadi dan melingkupimya. Figur yang baru ini tidak boleh memotong bagian dari batas lingkaran yang menggambarkan pribadi.
Lingkaran dalam elips ini bukan sekedar suatu ilustrasi atau alat peraga, melainkan sungguh-sungguh merupakan suatu penggambaran yang tepat tentang konsep-konsep struktural yang paling umum dalam teori Lewin, yakni pribadi, lingkungan psikologis dan ruang hidup.
a. Ruang Hidup
Ruang hidup mengandung semua kemungkinan fakta yang dapat menentukan tingkah laku individu. Ruang hidup meliputi segala sesuatu yang harus diketahui untuk memahami tingkah laku kongkret manusia individual dalam suatu lingkungan psikologis tertentu pada saat tertentu. Tingkah laku adalah fungsi dari ruang hidup.
Secara matematis : TL = f( RH)
Fakta fakta non psikologis dapat dan sungguh sungguh mengubah fakta fakta psikologis. Fakta fakta dalam lingkungan psikologis dapat juga menghasilkan perubahan perubahan dalam dunia fisik. Ada komunikasi dua arah antara ruang hidup dan dunia luar bersifat dapat ditembus (permeability), tetapi dunia fisik (luar) tidak dapat berhubungan langsung dengan pribadi karena suatu fakta harus ada dalam lingkungan psikologis sebelum mempengaruhi/dipengaruhi oleh pribadi.
b. Lingkungan Psikologis
Meskipun pribadi dikelilingi oleh lingkungan psikologisnya, namun ia bukanlah bagian atau termasuk dalam lingkungan tersebut. Lingkungan Psikologis berhenti pada batas pinggir elips, Tetapi batas antara pribadi dan lingkungan juga bersifat dapat ditembus. Hal ini berarti fakta fakta lingkungan dapat mempengaruhi pribadi.
Secara matematis : P = f (LP)
Dan fakta fakta pribadi dapat mempengaruhi lingkungan.
Secara matematis : LP = f (LP)
c. Pribadi
Menurut Lewin, pribadi adalah heterogen, terbagi menjadi bagian bagian yang terpisah meskipun saling berhubungan dan saling bergantung. Daerah dalam personal dibagi menjadi sel sel. Sel sel yang berdekatan dengan daerah konseptual motor disebut sel sel periferal ;p; sel sel dalam pusat lingkaran disebut sel sel sentral,s.
Sistem motor bertidak sebagai suatu kesatuan karena biasanya lahannya dapat melakukan suatu tindakan pada satu saat. Begitu pula dengan sistem perseptual artinya orang hanya dapat memperhatikan dan mempersepsikan satu hal pada satu saat. Bagian bagian tersebut mengadakan komunikasi dan interdependen; tidak bisa berdiri sendiri.

Dinamika Kepribadian
Konsep-konsep dinamika pokok dari Lewin yakni kebutuhan energi psikis, tegangan , kekuatan atau vektor dan valensi. Konstruk konstruk dinamik ini menentukan lokomosi khusus dari individu dan cara ia mengatur struktur lingkungannya, Lokomosi dan perubahan perunahan struktur berfungsi mereduksikan tegangan dengan cara memuaskan kebutuhan. Suatu tegangan dapat direduksikan dan keseimbanagan dipulihkan oleh suatu lokomosi substitusi. Proses ini menuntut bahwa dua kebutuhan erat bergantungan satu sama lain sehingga pemiasan salah satu kebutuhan adalah melepaskan tegangan dari sistem kebutuhan lainnya.
Akhirnya, tegangan dapat direduksikan dengan lokomosi lokomosi murni khayalan. Seseorang yang berkhayal bahwa ia telah melakukan suatu perbuatan yang sulit atau menempati suatu jabatan yang tinggi mendapat semacam kepuasan semu dari sekedar berkhayal tentang keberhasilan.
Dinamika kepribadian menrut Kurt Lewin:
1. Energi
Menurut Lewin manusia adalah system energi yang kompleks. Energi muncul dari perbedaan tegangan antar sel atau antar region. Tetapi ketidakseimbangan dalam tegangan juga bias terjadi antar region di system lingkungan psikologis.
2. Tegangan
Tegangan ada dua yaitu tegangan yang cenderung menjadi seimbang dan cenderung untuk menekan bondaris system yang mewadahinya.
3. Kebutuhan
Menurut Lewin kebutuhan itu mencakup pengertian motif, keinginan dan dorongan. Menurut Lewin kebutuhan ada yang bersifat spesifik yang jumlahnya tak terhingga, sebanyak keinginan spesifik manusia.

Perkembangan Kepribadian
Menurut Lewin hakekat Perkembangan Kepribadian itu adalah :
1.    Diferensiasi
Yaitu semakin bertambah usia, maka region region dalam pribadi seseorang dalam LP-nya akan semakin bertambah. Begitu pula dengan kecakapan kecakapan/ keterampilan keterampilannya. Contoh : orang dewasa lebih pandai menyembunyikan isi hatinya daripada anak-anak (region anak lebih mudah ditembus).
2.    Perubahan dalam variasi tingkah lakunya
3.    Perubahan dalam organisasi dan struktur tingkah lakunya lebih kompleks.
4.    Bertambah luas arena aktivitas
Contoh: Anak kecil terikat oleh masa kini sedangkan orang dewasa terikat oleh masa kini, masa lampau dan masa depan.
5.    Perubahan dalam realitas. Dapat membedakan yang khayal dan yang nyata, pola berpikir meningkat, contohnya dari pola berpikir assosiasi menjadi pola berpikir abstrak.

6.    Teori Psikologi Individual dari Allport

Gordon W. Allport di lahirkan di Indiana pada tahun 1897 tetapi dibesarkan serta mendapat pendidikan yang mula mula di Cleveland. Ayahnya seorang dokter, saudaranya tiga orang dan semuanya laki laki. Dia menyelesaikan pelajaran “Undergraduate” nya di Harvard University. Pada Tahun 1919 menyelesaikan pelajarannya dengan keahlian pokok ilmu Ekonomi dan filsafat. Setelah itu ia mengajar di Istambul dalam mata kuliah Sosiologi dan Bahasa Inggris. Kemudian kembali lagi ke Harvard untuk belajar dan tahun 1922 mendapat Ph. D. dalam psikologi.
Struktur dan Dinamika Kepribadian
Bagi Allport struktur kepribadian itu terutama dinyatakan dalam sifat-sifat (traits) dan tingkah laku didorong oleh sifat-sifat (traits). Jadi struktur dan dinamika itu pada umumnya satu dan sama. Allport berpendapat bahwa masing-masing pengertian refleks bersyarat, kebiasaan, sikap, sifat, diri (self) dan kepribadian itu kesemuanya masing-masing adalah bermanfaat.
Tetapi walaupun semua pengertian itu diterima dan dianggap penting, namun tekanan utama diletakkannya pada sifat (trait), sedangkan disamping itu sikap (attitude) dan intensi (intentions) diberinya kedudukan yang kira-kira sama, sehingga ada yang menamakan psikologi Allport itu adalah “trait psychology”.

Definisi Alport tentang Kepribadian
a.    Kepribadian,  Watak dan Temperamen
Kepribadian
Allport mendefinisikan kepribadian itu sebagai “What a man really is”. Tetapi definisi itu dianggapnya sendiri kurang memadai dan terlampau singkat, dan karena itu lalu dikemukakannya definisi yang lebih memadai, Menurut Allport, Kepribadian adalah organisasi dinamis dalam individu sebagai system psikofisis yang menentukan caranya yang khas dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan.
Watak (Karakter)
Allport menunjukan bahwa biasanya kata watak menunjukan arti normatif, dia menyatakan bahwa character is personality evaluated and personality is character devaluated”. (Allport 1951, p. 52)
Tempramen
Tempramen adalah disposisi yang sangat erat hubungannya dengan faktor-faktor biologis atau fisiologis dan karenanya sedikit sekali mengalami modifikasi di dalam perkembangan. Peranan keturunan atau dasar disini lebih penting/ besar daripada segi segi kepribadian yang lain.
“Tempramen adalah gejala karakteristik dari pada sifat emosi individu, termasuk juga mudah tidaknya terkena rangsangan emosi, kekuatan serta kecepatannya bereaksi, kualitas kekuatan suasana hatinya, segala cara dari pada fluktuasi dan intensitat suasana hati, gejala ini tergantung kepada factor konstitusional dan karenanya terutama berasal dari keturunan”. (Alport, 1951, p. 54)

b.    Sifat (Trait)
Sifat adalah Sistem neuropsikis yang digeneralisasikan dan diarahkan, dengan kemampuan untuk menghadapi bermacam-macam perangsang secara sama, memulai serta membimbing tingkah laku adaptif dan ekspresif secara sama (Allport, 1951,p.289)
Perbedaan sifat dengan beberapa pengertian yang lain:
Kebiasaan (habit)
Sifat (trait) dan Kebiasaan (habit) kedua duanya adalah tendens determinasi, akan tetapi sifat itu lebih umum, baik dalam situasi yang dicocokinya maupun dalam response yang terjelma darinya.
Sikap (attitude)
Menurut Allport perbedaan antara sifat (trait) dan sikap (attitude) sukar diberikan, kedua duanya itu adalah predisposisi untuk berespons, kedua duanya adalah khas, kedua duanya dapat memulai atau membimbing tingkah laku, keduanya adalah hasil dari factor genetis dan belajar.
Tipe
Allport membedakan antara sifat dan tipe. Menurut dia orang dapat memiliki sesuatu sifat, tetapi tidak dapat memiliki suatu tipe. Tipe adalah konstruksi ideal si pengamat, dan seseorang dapat disesuaikan dengan tipe itu tapi dengan konsekuensi diabaikan sifat sifat khas individunya.
Proprium
Allport mengemukakan, hendaknya semua fungsi self atau ego disebut fungsi proprium (propiate function) daripada kepribadian. Fungsi- fungsi ini (termasuk kesadaran jasmani, self identity, self es-teem, self extention, rational thinking, self image, propriate striving dan fungsi mengenal) semuanya adalah bagian bagian yang vital dari pada kepribadian.
Otonomi Fungsional (Functional Autonomy)
Otonomi fungsional berbeda dari pengertian umum bahwa sesuatu tingkah laku itu, misalnya mula mula pemburu itu berburu untuk mencari makan, kalau ini sudah terpenuhi dia berburu untuk menyatakan dasar agresinya. Otonomi fungsional menyatakan bahwa pemburu akan tetap berburu walaupun tidak ada arti instrumentalnya artinya tanpa ada dorongan agresi atau kebutuhan yang lebih pokok dari itu yang mendasari perbuatan itu.

Perkembangan Kepribadian
Melihat dari teori otonomi fungsional itu nyatalah bahwa individu itu dari lahir mengalami perubahan perubahan yang penting.
Kanak-kanak
Allport memandang neonatus itu semata mata sebagai makhluk yang diperlengkapi dengan keturunan keturunan, dorongan- dorongan/ nafsu-nafsu dan refleks- refleks. Jadi belum memiliki bermacam- macam sifat yang kemudian dimilikinya. Dengan kata lain belum memiliki kepribadian.
Transformasi kanak kanak
Macam macam mekanisme atau prinsip yang dipakai untuk membuat deskripsi mengenai perubahan perubahan sejak kanak kanak sampai dewasa yaitu; diferensiasi, integrasi, pemasakan, belajar, kesadaran diri, sugesti, self-esteem, Inferiority dan kompensasi, mekanisme mekanisme psikoanalitis, otonomi fungsional, reorientasi mendadak trauma, extension of self, self-obyektification, instink dan humor, pandangan hidup pribadi.
Orang Dewasa
Pada orang dewasa faktor faktor yang menentukan tingkah laku adalah sifat sifat (traits) yang terorganisasikan dan selaras. Sifat sifat ini timbul dalam berbagai cara dari perlengkapan perlengkapan yang dimiliki neonatus.

7.    Teori Stimulus-Respons dari Trondike, Hull, Watson

Menurut teori ini, jiwa manusia terdiri dari bermacam-macam daya. Masing-masing daya dapat dilatih dalam rangka untuk memenuhi fungsinya. Untuk melatih suatu daya itu dapat digunakan berbagai cara atau bahan. Sebagai contoh untuk melatih daya ingat dalam belajar misalnya dengan menghafal kata-kata atau angka, istilah-istilah asing. Begitu pula untuk daya-daya yang lain. Yang penting dalam penguasaan bahan atau materinya, melainkan hasil dari pembentukan daya-daya itu. Kalau sudah demikian, maka seseorang yang belajar itu akan berhasil.
Menurut teori behavioristik belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman (Gage, Berliner, 1984) Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon (Slavin, 2000). Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada siswa, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan siswa terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur. Yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh siswa (respon) harus dapat diamati dan diukur. Teori ini mengutamakan pengukuran, sebab pengukuran merupakan suatu hal penting untuk melihat terjadi atau tidaknya perubahan tingkah laku tersebut.

Teori Belajar Menurut Thorndike
Menurut Thorndike, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus adalah apa yang merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan, atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indera. Sedangkan respon adalah reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar, yang dapat pula berupa pikiran, perasaan, atau gerakan/tindakan. Jadi perubahan tingkah laku akibat kegiatan belajar dapat berwujud konkrit, yaitu yang dapat diamati, atau tidak konkrit yaitu yang tidak dapat diamati. Meskipun aliran behaviorisme sangat mengutamakan pengukuran, tetapi tidak dapat menjelaskan bagaimana cara mengukur tingkah laku yang tidak dapat diamati. Teori Thorndike ini disebut pula dengan teori koneksionisme (Slavin, 2000).
Ada tiga hukum belajar yang utama, yakni (1) hukum efek; (2) hukum latihan dan (3) hukum kesiapan (Bell, Gredler, 1991). Ketiga hukum ini menjelaskan bagaimana hal-hal tertentu dapat memperkuat respon.

Teori Belajar Menurut Clark Hull
Clark Hull juga menggunakan variabel hubungan antara stimulus dan respon untuk menjelaskan pengertian belajar. Namun dia sangat terpengaruh oleh teori evolusi Charles Darwin. Bagi Hull, seperti halnya teori evolusi, semua fungsi tingkah laku bermanfaat terutama untuk menjaga agar organisme tetap bertahan hidup. Oleh sebab itu Hull mengatakan kebutuhan biologis (drive) dan pemuasan kebutuhan biologis (drive reduction) adalah penting dan menempati posisi sentral dalam seluruh kegiatan manusia, sehingga stimulus (stimulus dorongan) dalam belajarpun hampir selalu dikaitkan dengan kebutuhan biologis, walaupun respon yang akan muncul mungkin dapat berwujud macam-macam. Penguatan tingkah laku juga masuk dalam teori ini, tetapi juga dikaitkan dengan kondisi biologis (Bell, Gredler, 1991).

Teori Belajar Menurut Watson
Watson mendefinisikan belajar sebagai proses interaksi antara stimulus dan respon, namun stimulus dan respon yang dimaksud harus dapat diamati (observable) dan dapat diukur. Jadi walaupun dia mengakui adanya perubahan-perubahan mental dalam diri seseorang selama proses belajar, namun dia menganggap faktor tersebut sebagai hal yang tidak perlu diperhitungkan karena tidak dapat diamati. Watson adalah seorang behavioris murni, karena kajiannya tentang belajar disejajarkan dengan ilmu-ilmu lain seperi Fisika atau Biologi yang sangat berorientasi pada pengalaman empirik semata, yaitu sejauh mana dapat diamati dan diukur.
8.    Teori The Self dari Carl Rogers

Carl Ransom Rogers dilahirkan di Oak Park, Illinois, pada tahun 1902 dan wafat di LaJolla, California, pada tahun 1987. Semasa mudanya, Rogers tidak memiliki banyak teman sehingga ia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk membaca. Dia membaca buku apa saja yang ditemuinya termasuk kamus dan ensiklopedi, meskipun ia sebenarnya sangat menyukai buku-buku petualangan. Ia pernah belajar di bidang agrikultural dan sejarah di University of Wisconsin. Pada tahun 1928 ia memperoleh gelar Master di bidang psikologi dari Columbia University dan kemudian memperoleh gelar Ph.D di dibidang psikologi klinis pada tahun 1931.
Pada tahun 1931, Rogers bekerja di Child Study Department of the Society for the prevention of Cruelty to Children (bagian studi tentang anak pada perhimpunan pencegahan kekerasan tehadap anak) di Rochester, NY. Pada masa-masa berikutnya ia sibuk membantu anak-anak bermasalah/nakal dengan menggunakan metode-metode psikologi. Pada tahun 1939, ia menerbitkan satu tulisan berjudul “The Clinical Treatment of the Problem Child”, yang membuatnya mendapatkan tawaran sebagai profesor pada fakultas psikologi di Ohio State University. Dan pada tahun 1942, Rogers menjabat sebagai ketua dari American Psychological Society.
Carl Rogers adalah seorang psikolog humanistik yang menekankan perlunya sikap saling menghargai dan tanpa prasangka (antara klien dan terapist) dalam membantu individu mengatasi masalah-masalah kehidupannya. Rogers menyakini bahwa klien sebenarnya memiliki jawaban atas permasalahan yang dihadapinya dan tugas terapist hanya membimbing klien menemukan jawaban yang benar. Menurut Rogers, teknik-teknik assessment dan pendapat para terapist bukanlah hal yang penting dalam melakukan treatment kepada klien.
Hasil karya Rogers yang paling terkenal dan masih menjadi literatur sampai hari ini adalah metode konseling yang disebut Client-Centered Therapy. Dua buah bukunya yang juga sangat terkenal adalah Client-Centered Therapy(1951) dan On Becoming a Person (1961).
Rogers terkenal dengan teori selfnya dalam menjelaskan kepribadian. Teori dari rogers pada dasarnya bersifat phenomenologis. Sebelum menjelaskan lebih lanjut lagi mengenai teori rogers perlu diungkapkan disi makna dari self itu sendiri secara psikologi. Istilah self banyak didefinisikan oleh para ahli-ahli psikologi dengan berbagai sudut pandang yang berbeda tapi dengan tujuan satu yakni menjelaskan mengenai diri individu. Secara umum dapat dijelaskan bahwa self di dalam psikologi memiliki dua makna, yakni :
•    Sikap dan perasaan seseorang terhadap dirinya sendiri. Hal ini dapat diartikan bahwa self adalah sebagai objek, karena pengertian ini mengarah kepada sikap, perasaan, pengamatan dan penelaahan individu terhadap dirinya sendiri sebagai objek dengan kata lain self adalah apa yang dipikirkan orang tentang dirinya sendiri.
•    Suatu keseluruhan proses psikologis yang menguasai tingkah laku dan penyesuaian diri.. Dalam hal ini self dapat dimaknakan sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari proses-proses aktif seperti berpikir, mengingat dan mengamati.

Dinamika Kepribadian
Merupakan gabungan antara organism, medan phenomenal, dan self. Ketiganya membentuk suatu hubungan yang saling mempengaruhi. Dimana self menjadi dasar, dan masuk ke organism yang selanjutnya dipengaruhi oleh banyak faktor luar yaitu medan phenomenal.
Dalam hubungannya, self dan organism menimbulkan positive regard, dimana setiap manusia memiliki kebutuhan dasar akan kehangatan, penghargaan, penerimaan, pengagungan, dan cinta dari orang lain. Positive regard terbagi menjadi 2 yaitu:
a.    Conditional positive regard (bersyarat)
Conditional positive regard atau penghargaan positif bersyarat misalnya kebanyakan orang tua memuji, menghormati, dan mencintai anak dengan bersyarat, yaitu sejauh anak itu berpikir dan bertingkah laku seperti dikehendaki orang tua.
b.    Unconditional positive regard (tak bersyarat).
Unconditional positive regard disini anak tanpa syarat apapun dihargai dan diterima sepenuhnya.
Rogers menggambarkan pribadi yang berfungsi sepenuhnya adalah pribadi yang mengalami penghargaan positif tanpa syarat. Ini berarti dia dihargai, dicintai karena nilai adanya diri sendiri sebagai person sehingga ia tidak bersifat defensif namun cenderung untuk menerima diri dengan penuh kepercayaan.
Setelah self dan organism bisa menjadi suatu kesatuan yang baik, namun ketika ia masuk ke lingkungan sosial luar yang beperan sebagai medan phenomenal. Belum tentu ia dapat berkembang dengan sebagaimana mestinya. Setiap individu memiliki real self dan ideal self. Real self yaitu keberadaan individu yang didasarkan pada kecenderungan aktualisasi, yang mengikuti penilaian organismik, kebutuhan dan penerimaan akan pertimbangan positif dan pertimbangan terhadap diri sendiri. Sedangkan ideal self adalah keadaan dimana individu dipengaruhi oleh keinginan masyarakat dan didesak hidup dengan syarat-syarat kepatuhan yang berada diluar penilaian organismik kita sendiri, serta hanya menerima pertimbangan positif kondisional dan pertimbangan terhadap diri sendiri. Namun, dalam kehidupan nyata terdapat jurang yang memisahkan antara diri riil dan diri ideal yang disebut Incongruity. Semakin lebar jarak antara keduanya, semakin besar pula incongruity-nya sehingga semakin besar pula tekanan dan penderitaan yang dirasakan.
Untuk mengatasi tekanan yang dirasakan, Rogers berpendapat terdapat cara untuk mengatasinya, yaitu melalui Pertahanan. Ketika individu berada dalam incongruity maka pada saat itu individu berada dalam situasi terancam. Menjelang situasi yang mengancam itu individu akan merasa cemas. Salah satu cara menghindarinya adalah dengan melarikan diri dalam bentuk psikologis dengan menggunakan pertahanan-pertahanan. Dua macam cara pertahanan adalah Pengingkaran dan Distorsi perseptual.

a.    Pengingkaran adalah dimana individu memblokir situasi yang mengancam melalui menyingkirkan kenangan buruk atau rangsangan yang memancing kenangan itu muncul dari kesadaran (menolak untuk mengingatnya).
b.    Distorsi perseptual adalah penafsiran kembali sebuah situasi sedemikian rupa sehingga tidak lagi dirasakan terlalu mengancam.
Ketika pertahanan yang dilakukan seseorang runtuh dan merasa dirinya hancur berkeping-keping disebut sebagai psikosis. Akibatnya perilaku individu menjadi tidak konsisten, kata-kata yang keluar dari mulutnya tidak nyambung, emosinya tidak tertata, tidak mampu membedakan antara diri dan bukan diri serta menjadi individu yang tidak punya arah dan pasif.

Perkembangan Kepribadian
Konsep diri ( self concept ) menurut Rogers adalah bagian sadar dari ruang fenomenal yang disadari dan disimbolisasikan, dimana “ aku “ merupakan pusat referensi setiap pengalaman. Konsep diri merupakan bagian inti dari pengalaman individu yang secara perlahan dibedakan dan disimbolisasikan sebagai bayangan tentang diri yang mengatakan “ apa dan siapa aku sebenarnya “ dan “ apa yang sebenarnya harus saya perbuat “. Jadi, self concept adalah kesadaran batin yang tetap, mengenai pengalaman yang berhubungan dengan aku dan membedakan aku dari yang bukan aku.
Rogers tidak membahas teori pertumbuhan dan perkembangan, dan tidak melakukan riset jangka panjang. Namun dia yakin adanya kekuatan tumbuh pada semua orang yang secara alami mendorong proses organisme menjadi semakin kompleks, dan secara keseluruhan semakin mengaktualisasikan dirinya. Aktualisasi diri adalah proses menjadi diri sendiri (be myself) dan mengembangkan sifat serta potensi- potensi psikologis individu yang unik. Aktualisasi diri akan terbantu atau terhalang oleh pengalaman dan belajar khususnya dalam masa kanak- kanak. Aktualisasi diri akan berubah sejalan dengan perkembangan hidup seseorang. Rogers memandang organisme terus menerus bergerak maju. Tujuan tingkahlaku bukan untuk mereduksi tegangan enerji tetapi mencapai aktualisasi diri yaitu kecenderungan dasar organisme untuk aktualisasi: yakni kebutuhan pemeliharaan (maintenance) dan peningkatan diri (enhancement). Saat mencapai usia tertentu (adolensi) individu akan mengalami pergeseran aktualisasi diri dari fisiologis ke psikologis.

Lima sifat khas orang yang berfungsi sepenuhnya (fully human being):

1.    Keterbukaan pada pengalaman
Orang yang berfungsi sepenuhnya adalah orang yang menerima semua pengalaman dengan fleksibel, termasuk perasaannya sendiri sehingga selalu timbul persepsi baru. Kalau individu bisa terbuka terhadap perasaannya sendiri maka tidak sulit juga untuk membuka diri untuk aktualisasi. Tentu bagian tersulit di sini adlah membedakan perasaan riil dari kecemasan-kecemasan yang disebabkan oleh syarat-syarat kepatuhan
2.    Kehidupan Eksistensial
Kualitas dari kehidupan eksistensial dimana orang terbuka terhadap pengalamannya sehingga ia selalu menemukan sesuatu yang baru, dan selalu berubah dan cenderung menyesuaikan diri sebagai respons atas pengalaman selanjutnya. Disini Roger memandang sesuatu sebagaimana adanya, kenangan dan angan-angan adalah sesuatu yang kita alami disini dan sekarang.
3.    Keyakinan organismic
Pengalaman akan menjadi hidup ketika seseorang membuka diri terhadap pengalaman itu sendiri. Dengan begitu ia akan bertingkah laku menurut apa yang dirasanya benar (timbul seketika dan intuitif) sehingga ia dapat mempertimbangkan setiap segi dari suatu situasi dengan sangat baik. Hal ini menunjukkan adanya keterkaitan individu dengan kecenderungan aktuaalisasi.
4.    Kebebasan eksistensialis
Orang yang sehat secara psikologis dapat membuat suatu pilihan tanpa adanya paksaan-paksaan atau rintangan–rintangan antara alternatif pikiran dan tindakan. Orang yang bebas memiliki suatu perasaan berkuasa secara pribadi mengenai kehidupan dan percaya bahwa masa depan tergantung pada dirinya sendiri, tidak pada peristiwa di masa lampau sehingga ia dapat meilhat sangat banyak pilihan dalam kehidupannya dan merasa mampu melakukan apa saja yang ingin dilakukannya.
5.    Kreativitas
Keterbukaan diri terhadap pengalaman dan kepercayaan kepada organisme mereka sendiri akan mendorong seseorang untuk memiliki kreativitas dengan ciri–ciri bertingkah laku spontan, tidak defensif, berubah, bertumbuh, dan berkembang sebagai respons atas stimulus-stimulus kehidupan yang beraneka ragam di sekitarnya.

DAFTAR PUSTAKA

http://belajarpsikologi.com/teori-psikoanalitik-oleh-sigmund-freud/

http://himcyoo.wordpress.com/2011/04/21/teori-psikologi-analitikal-carl-gustav-jung/

http://gayuumii.blogspot.com/2012/05/riview-teori-adlerfrommhorney-dan.html

http://nerys2.wordpress.com/teori-kepribadian-henry-murray/

http://www.psychologymania.com/2010/03/kurt-lewin-teori-medan-field-theory.html

http://psikologi-artikel.blogspot.com/2010/03/teori-medan-kurt-lewin.html

http://dianapsycho.blogspot.com/2012/03/teori-kepribadian-gordon-w-allport.html

http://bogcute.blogspot.com/2012/10/teori-behavioristik.html

http://dewilin.blog.com/2010/12/15/teori-kepribadian-carl-rogers/

v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}

1.                  Teori Psikoanalisa dari Sigmund Fruud

 

Description: http://2.bp.blogspot.com/-2V68Q2I57YY/UK-NTzak1LI/AAAAAAAAC04/DvrZSmHw0jc/s320/SIGMUND+FREUD-psikoanalisis.jpgSigmund Freud dilahirkan 6 Mei 1856 dari sebuah keluarga Yahudi di Freiberg, Moravia, sebuah kota kecil di Austria (kini menjadi bagian dari Cekoslowakia). Pada saat Freud berusia 4 tahun, keluarganya mengalami kemunduran ekonomi, dan ayah Freud membawa pindah Freud sekeluarga ke kota Wina. Setelah menamatkan sekolah menengahnya di kota Wina ini, Freud masuk fakultas kedokteran Universitas Wina dan lulus sebagai dokter pada tahun 1881. Dari catatan pribadinya diketahui bahwa Freud sesungguhnya tidak tertarik untuk menjalani praktek sebagai dokter, dan lebih tertarik kepada kegiatan penelitian ilmiah. Tetapi karena desakan ekonomi keluarga, dibina bersama Martha Bernays, istrinya yang dinikahi Freud pada tahun 1886, Freud akhirnya menjalani praktek yang tidak disukainya itu. Di sela-sela waktu prakteknya Freud masih menyempatkan diri untuk melakukan kegiatan penelitian dan menulis. Adapun minat ilmiah utama Freud adalah pads neurologi, sebuah minat yang menyebabkan Freud menekuni penanganan gangguan-gangguan neurotik, k hususnya histeria.Teori-teori yang diusulkan oleh Sigmund Freud menekankan pentingnya peristiwa masa kanak-kanak dan pengalaman, namun hampir secara khusus berfokus pada gangguan mental bukan yang berfungsi normal.

Menurut Freud, perkembangan anak digambarkan sebagai serangkaian “tahap psikoseksual. Dalam “Essay Tiga pada Seksualitas” (1915), Freud diuraikan tahapan ini sebagai oral, anal, latency tiang, dan kelamin. Setiap tahap melibatkan kepuasan hasrat libidinal dan kemudian dapat memainkan peran dalam kepribadian orang dewasa.

Aliran psikoanalitik mempelajari perkembangan kepribadian dan perilaku abnormal daripada aliran psikologi. Aliran ini di kembangkan oleh Dr. Sigmund Freud sehingga lebih dikenal dengan nama Aliran Freud. Proses pengobatan gejala-gejala hysteria mulai dari pembiusan kemudian beralih ke hipnotis dan terapi bicara atau psikoanalisa yang mengutamakan pentingnya proses ketaksadaran.

Aliran Psikoanalitik terdiri dari dua variasi yakni personal dan interpesoanal, bagaimana kepribadian mempengaruhi belajar dan perilaku. Aliran personal dari teori psikoanalitik adalah tradisi Sigmund Freud yang berpendapat bahwa orang bertindak atas dasar motif yang tak disadarinya maupun atas dasar pikiran, perasaan dan kecenderungan yang disadari dan sebagaian disadari.

Dasar pendapat dan pandangan Frued berangkat dari keyakinan bahwa pengalaman mental manusia tidak ubahnya seperti gunung es yang terapung di samudra yang hanya sebagian terkecil yang tampak, sedankan sembilan persepuluhnya dari padanya yang tidak tampak, itulah yang merupakan bagian /lapangan ketidak sadaran mental manusia berupa pikiran kompleks,perasan dan keinginan-keinginan bawah sadar yang tidak dialami secara langsung tetapi ia terus mempengarui tingkah laku manusia.Bagi Frued segala bentuk tingkah laku manusia bersumber dari dorongan-dorongan alam bawah sadar. Dialektika antara kesadaran dan ketidaksadaran ini dijelaskan Frued dalm tiga system kejiwaan.

 

2.                  Teori Analitik dari Carl Gustav Jung

 

Description: http://www.denstoredanske.dk/@api/deki/files/14178/=375956.501.jpgCarl Gustav Jung dilahirkan pada Juli 26, 1875 di Kesswil, sebuah kota di Lake Constance di Switzerland. Ayahnya bernama Paul Jung, seorang pendeta desa dan ibunya bernama Emile Preiswerk Jung . Dia lahir di keluarga besar yang besar yang cukup berpendidikan. Jung senior mulai mengajari Jung bahasa latin ketika dia berumur 6 tahun, dan inilah yang menjadi awal minatnya pada sastra dan bahasa khususnya sastra kuno. Disamping bahasa–bahasa Eropa Barat modern, Jung dapat membaca beberapa bahasa kuno, termasuk sansekerta, bahasa asli kitab suci umat Hindu.

            Semasa remaja, Jung adalah seorang yang penyendiri, tertutup dan sedikit tidak peduli dengan masalah sekolah, dan dia tidak mempunyai daya saing yang tinggi. Kemudian dia dimasukkan ke sekolah asrama di Bessl, Swiss. Disini dia merasa tertekan karena temannya cemburu kepadanya. Sehinggga dia sering membolos sekolah dan hidup dengan perasaan tertekan

            Dalam teorinya Jung membagi psyche (jiwa) jadi tiga bagian. Bagian pertama adalah ego yang diidentifikasikanya sebagai alam sadar. Jung melihat ego sebagai pusat kesadaran akan tetapi bukan inti dari kepribadian. Kesadaran memainkan peran yang relative kecil di psikologi analitis, dan penekanan yang berkebihan  bagi perluasan psike di alam  sadar dapat menimbulkan ketidak seimbangan dalam psikogis seseorang. Bagian kedua, yang terkait dengan yang pertama, adalah alam bawah sadar personal, yang mencakup segala sesuatu yang tidak disadari secara langsung, tapi bisa diusahakan  untuk disadari. Alam bawah sadar personal yaitu yang mencakup kenangan-kenangan yang dapat dibawa kedalam alam sadar dengan mudah serta kenangan-kenangan yang ditekan karena alasan-alasan tertentu.Tapi alam bawah sadar personal ini tidak mencakup insting-insting yang telah dikemukakan oleh freud.

            Kemudian Jung menambahkan satu teori yang berbeda dengan teori-teori yang lain, yaitu bagian alam bawah sadar kolektif. Alam bawah sadar kolektif adalah tumpukan pengalaman  kita sebagai spesies, semacam pengetahuan bersama yang kita miliki sejak lahir. Akan tetapi, pengalaman ini tidak bisa kita sadari secara langsung. Isi dari alam bawah sadar kolektif tidak Nampak secara mencolok, akan tetapi bisa mempengaruhi pikiran, emosi, dan tindakan seseorang. Alam bawah sadar kolektif bertanggung jawab atas mitos, legenda, dan keyakinan religious manusia.

3.                  Teori Sosial Psikologis dari Adler, Fromm, Horney dan Sullivan

 

Diantara orang-orang yang melengkapi teori psikoanalisis dengan pandangan psikologi social abad XX terdapat empat orang yang ide-idenya dikemukakan dalam bab ini, yakni Alfred Adler, Karen Horney, Erich Fromm, dan Harry Stack Sullivan. Di antara keempat orang ini, Alfred Adler mungkin di anggap bapak “pandangan psikologi social yang baru” karena sudah sejak tahun 1911 ia berpisah dengan Freud karena persoalan mengenai seksualitas, dan mulai mengembangkan teori dimana minat social dan perjuangan kearah superioritas menjadi dua pilar konseptualnya yang paling penting.

 

ALFRED ADLER

Description: http://what-is-psychology.org/wp-content/uploads/2013/02/Alfred-Adler.jpg            Alfred Adler lahir di Wina pada tahun 1870 dari keluarga kelas menengah dan meninggal di Abedeen, Skotlandia pada tahun 1937 pada waktu ia mengadakan perjalanan keliling untuk memberikan ceramah. Ia meraih gelar dokter pada tahun 1895 dari Universitas Wina. Pada tahun 1935 Adler menetap di Amerika Serikat dimana ia meneruskan praktikya ia menjadi psikiater dan menjadi professor dalam psikologi medis di Long Island College of Medicine. Dalam teorinya, Adler berpendapat bahwa manusia pertama-tama dimotivasikan oleh dorongan-dorongan social. Menurut Adler, manusia pada dasarnya adalah makhluk social. Berbeda dengan pandangan pokok Freud bahwa tingkah laku manusia didorong oleh insting-insting yang dibawa sejak lahir. Sumbangan penting kedua dari Adler bagi teori kepribadian adalah konsepnya mengenai diri yang kreatif dan yang ketiga yaitu psikologi Adler berbeda dengan psikoanalisis klasik yang tekanannya pada keunikan kepribadian. Adler berpendapat bahwa setiap orang merupakan konfigurasi unik dari motif-motif, sifat-sifat, minat-minat dan nilai-nilai setiap perbuatan yang dilakukan orang membawa corak khas gaya hidupnya sendiri. Teori kepribadian Adler sangat ekonomis, artinya sedikit konsep dasar menopang seluruh struktur teoritisnya. Segi pandangan Adler dapat dengan cepat disajikan secara ringkas dalam sejumlah kecil rubrik, yakni (1) finalisme fiktif, (2) perjuangan kearah superioritas, (3) perasaan inferioritas dan kompensasi (4) minat social (5) gaya hidup (6) diri kreatif.

*      Finalisme Fiktif

            Setelah Adler memisahkan diri dari Freud, ia dipengarui oleh filsafat Hans Vaihinger. Vaihinger mengemukakan bahwa manusia hidup dengan banyak cita-cita yang semata-mata bersifat fiktif, yang tidak ada padanannya dalam kenyataan. Gambarab-gambaran fiktif ini misalnya, “semua manusia diciptakan sama”, kejujuran adalah politik yang paling baik”. Bagi Adler, tujuan fiktif merupakan penyebab subjektif peristiwa-peristiwa psikologis.

 

*      Perjuangan ke Arah Superioritas

            Adler menyatakan bahwa perjuangan ini bersifat bawaan yang merupakan bagian dari hidup. Dari lahir sampai mati perjuangan kearah superioritas itu membawa sang pribadi dari satu tahap perkembangan ke tahap-tahap perkembangan berikutnya yang lebih tinggi. Ia merupakan prinsip dinamik prepoten.

*      Perasaan Inferioritas dan Kompensasi

            Adler mengemukakan bahwa yang menentukan letak gangguan tertentu adalah inferioritas dasar pada bagian itu, suatu inferioritas yang timbul karena hereditas maupun karena suatu kelainan dalam perkembangan. Selanjutnya ia mengamati bahwa orang yang mempunyai organ yang cacat seringkali berusaha mengkompensasikan kelemahan itu dengan jalan memperkuatnya melalui latihan intensif. Seperti contoh, Theodore Roosevelt yang lemah pada masa mudanya tetapi berkat latihan yang sistematik akhirnya menjadi orang yang berfisik tegap. Manusia didorong oleh kebutuhan untuk mengatasi inferioritasnya dan ditarik oleh hasrat untuk menjadi superior. Bagi Adler, tujuan hidup adalah kesempurnaan, bukan kenikmatan.

*      Minat Kemasyarakatan (Sosial)

            Minat social merupakan kompensasi sejati yang tak dapat dan yang tak dapat dielakkan bagi semua kelemahan alamiah manusia individual. Adler yakin bahwa minat social bersifat bawaan; bahwa manusia adalah makhluk social menurut kodratnya, bukan karena kebiasaan belaka.

*      Gaya Hidup

            Gaya hidup adalah prinsip system dengan mana kepribadian individual berfungsi serta keseluruhanlah yang memerintah bagian-bagiannya. Gaya hidup merupakan prinsip-prinsip idiografik Adler yang utama yang menjelaskan keunikan seseorang. Adler menyatakan bahwa gaya hidup sebagian besar ditentukan oleh inferioritas-inferioritas khusus, entah khayalan atau nyata yang dimiliki orang. Gaya hidup merupakan kompensasi dari suatu inferioritas khusus.

*      Diri Kreatif

            Diri kreatif merupakan jembatan antara stimulus-stimulus yang menerpa seseorang dan respon-respon yang diberikan orang yang bersangkutan terhadap stimulus-stimulus itu. Diri kreatif adalah prinsip aktif kehidupan manusia, dan tidak berbeda dengan konsep jiwa. Diri kretif memberikan arti pada kehidupan yang menciptakan tujuan atau sarana untuk mencapainya.

 

Description: http://4.bp.blogspot.com/-W6owqioTTqI/UXUhPmCLuHI/AAAAAAAAArY/kpRV-BW16PQ/s1600/erich-fromm_arte_amar.jpgERICH FROMM

            Erich Fromm lahir di Frankfurt, Jerman, pada tahun1900 dan belajar psikologi dan sosiologi di Universitas Heidelberg, Frankfurt dan Munich. Setelah meraih gelar Ph.D dari Heidelberg tahun1922, ia belajar psikoanalisis di Munich dan pada Institut Psikoanalisis Berlin yan terkenal. Fromm sangat dipengarui ileh tulisan-tulisan Karl Marx. Tema dasar dari semua tulisan Fromm adalah orang yang merasa kesepian dan merasa terisolasi karena ia dipisahkan dari alam dan orang-orang lain. Fromm menyebutkan dan menjelaskan lima tipe karakter social yang ditemukan dalam masyarakat, yakni reseptif, eksploitatif, penimbunan, pemasaran dan produktif. Tipe-tipe ini melukiskan cara-cara yang berbeda dengan mana individu-individu dapat berhubungan dengan dunia dan dengan satu sama lain. Hanya tipe yang terakhir (produktif) dianggapnya sebagai sesuatu yang sehat dan merupakan perwujudan dari apa yang disebut Marx “free conscious activity”.

 

KAREN HORNEY

Description: http://www.humantrainer.com/wiki/images/karen-horney.jpg            Karen Horney lahir di Hamburg, Jerman pada tanggal 16 September, 1885 dan meninggal di New York City pada tanggal 4 Desember, 1952. Ia mendapat pendidikan kedokteran di Universitas Berlin, dan bekerja di Institut Psikoanalisis Berlin dari tahun1918 sampai tahu 1932. Horney sangan berkeberatan dengan konsep Freud tentang iri karena penis (penis envy) sebagai factor yang menentukan dalam psikologi wanita. Horney berpendapat bahwa psikologi wanita didasarkan pada kekurangpercayaan diri serta penekanan yang terlalu berlebihan pada hubungan cinta, dan tidak ada sangkut pautnya dengan anatomi organ-organ seksnya. Konsep utama Horney adalah kecemasan dasar. Umumnya, segala sesuatu yang mengganggu keamanan anak dalam hubungan dengan orang tuanya menimbulkan kecemasan dasar. Horney menyajikan suatu daftar yang terdiri dari 10 kebutuhan yang diperoleh sebagai akibat dari usaha menemukan pemecahan-pemecahan terhadap masalah hubungan-hubungan manusia yang terganggu, 10 kebutuhan itu yakni :

1.      Kebutuhan neurotic akan kasih saying dan penerimaan

2.      Kebutuhan neurotic akan mitra yang bersedia mengurus kehidupan seseorang

3.      Kebutuhan neurotic untuk membatasi kehidupan dalam batas-batas yang sempit

4.      Kebutuhan neurotik akan kekuasaan

5.      Kebutuhan neurotic untuk mengeksploitasi orang lain

6.      Kebutuhan neurotic akan prestise

7.      Kebutuhan neurotic akan keaguman pribadi

8.      Ambisi neurotic akan prestasi pribadi

9.      Kebutuhan neurotic untuk berdiri sendiri dan indenpendensi

10.  Keburuhan neurotic akan kesempurnaan dan ketaktercelaan

Dalam sebuah tulisan yang kemudian, Horney mengklasifikasikan kesepuluh kebutuhan ini dalam tiga kelompok :

1.      Bergerak menuju orang lain (moving toward people), misalnya kebutuhan akan cinta.

2.      Bergerak menjauhi orang lain (moving away from people), misalnya kebutuhan akan independensi

3.      Bertgerak melawan orang lain (moving against people), misalnya kebutuhan untuk berkuasa.

 

HARRY STACK SULLIVAN

Description: http://www.blatner.com/adam/psyntbk/historypsychotherapy/sullivanharrystack.jpg            Harry Stack Sullivan lahir disuatu daerah pertanian dekat Norwich, Nem York, pada yanggal 21 Februari 1892, dan meninggal pada tanggal 14 Januari 1949 di Paris, Perancis dalam perjalanan pulang dari pertemuan badan eksekutif World Federation for Mental Health di Amsterdam. Ia meraih gelar dokternya dari Chicago College of Medicine and Surgery pada tahun 1917. Harry Stuck Sullivan adalah pencipta segi pandangan baru yang terkenal dengan nama interpersonal theory of psychiatry. Ajaran pokok dari teori ini dalam hubungannya dengan teori kepribadian ialah bahwa kepribadian adalah “pola yang relative menetap dari situasi-situasi antar pribadi yang berulang yang menjadi ciri kehidupan manusia”. Kepribadian merupakan suatu entitas hipotetis yang tidak dapat dipisahkan dari situasi-situasi antar pribadi, dan tingkah laku antar pribadi merupakan satu-satunya segi yang dapat diamati sebagai kepribadian.

 

Struktur Kepribadian

Sullivan mengakui bahwa kepribadian hanya berstatus hipotetis, namun ia menegaskan bahwa kepribadian merupakan pusat dinamik dari berbagai proses yang terjadi dalam serangkaian medan antar pribadi. Proses-proses yan terpenting adalah dinamisme, personifikasi, dan proses kognitif.

*      Dinamisme : merupakan unit terkecil yang dapat dipakai untuk meneliti individu. Dinamisme dapat didefinisikan sebagai pola transformasi energy yang relative menetap, yang secara berulang member cirri kepada organism selama keberadaannya sebagai organism hidup.

*      Personifikasi : suatu gambaran yan dimiliki individu tentang dirinya sendiri atau orang lain yang mencakup perasaan, sikap, dan konsepsi kompleks yang timbul karena mengalami kepuasan kebutuhan atau kecemasan.

*      Proses Kognitif : Sullivan mengklasifikasikan pengalaman ke dalam tiga golongan. Pengalaman terjadi dalam tiga cara yakni prototaksik, parataksik, dan sintaksik.

Meskipun dinamisme, personifikasi, dan proses kognitif bukan merupakan unsu-unsur pokok kepribadian, namun ketiga-tiganya merupakan ciri structural yang sangat khas dalam system Sullivan.

 

Dinamika Kepribadian

Dinamika kepribadian yang dikembangkan oleh Sullivan terdiri dari Tegangan dan Transformasi energy. Tegangan-tegangan dapat dianggap sebagai kebutuhan untuk menstransformasikan energy khusus yang akan menghilangkan tegangan, seringkali disertai dengan perubahan keadaan jiwa, yakni perubahan kesadaran yang dapat kita sebut dengan kepuasan. Energi ditransformasikan dengan melakukan suatu pekerjaan. Pekerjaan bisa berupa kegiatan-kegiatanyang melibatkan otot-otot badan atau berupa kegiatan-kegiatan mental, seperti persepsi, ingatan dan berfikir.

 

Perkembangan Kepribadian

Sullivan mengemukakan suatu pandangan yang lebih bersifat psikologi social tantang perkembangan kepribadian , suatu pandangan dimana pengaruh-pengaruhyang unik dari hubungan-hubungan manusia yang diberi peranan yang semestinya.

 

Tahap-tahap Perkembangan

Sullivan menguraikan enam tahap perkembangan kepribadian sebelum tahap perkembangan yang terakhir dicapai. Keenam tahap tersebut adalah (1) masa bayi, (2) masa kanak-kanak, (3) masa juvenile (pueral) (4) masa pra adolesen, (5) masa adolesen awal, (6) masa adolesen akhir.

 

4.                  Teori Personologi dari Murray

 

Description: http://html.rincondelvago.com/000672477.jpg Henry Alexander Murray dilahirkan di New York pada tanggal 13 Mei 1893 dan meninggal pada tahun 1988. Sama seperti pandangan psikoanalisa, Henry Murray juga berpendapat bahwa kepribadian akan dapat lebih mudah dipahami dengan cara menyelidiki alam ketidaksadaran seseorang (unconscious mind). Murray menjadi professor psikologi di Harvard University dan mengajar disana lebih dari 30 tahun.

Peranan Murray di bidang psikologi adalah dalam bidang diagnosa kepribadian dan teori kepribadian. Hasil karya terbesarnya yang sangat terkenal adalah teknik evaluasi kepribadian dengan metode proyeksi yang disebut dengan “Thematic Apperception Test (TAT)”. Test TAT ini terdiri dari beberapa buah gambar yang setiap gambar mencerminkan suatu situasi dengan suasana tertentu. Gambar-gambar ini satu per satu ditunjukkan kepada orang yang diperiksa dan orang itu diminta untuk menyampaikan pendapatnya atau kesannya terhadap gambar tersebut. Secara teoritis dikatakan bahwa orang yang melihat gambar-gambar dalam test itu akan memproyeksikan isi kepribadiannya dalam cerita-ceritanya

 

Defenisi Kepribadian menurut Murray

Secara teoritis, komponen definisi kepribadian murray, yaitu :

·         Kepribadian adalah abstraksi yang dirumuskan teoritikus ( ahli teori ) dan bukan gambaran tingkah laku individu belaka.

·         Kepribadian individu adalah rangkaian peristiwa yang secara ideal mencakup rentang hidup sang individu. Sejarah kepribadian yaitu : kepribadian itu sendiri.

·         Definisi kepribadian harus mencerminkan unsur unsur tingkah laku yang tepat dan berulang, maupun unsur unsur yang baru dan unik.

·         Kepribadian adalah fungsi yang menata dan mengarahkan dalam diri individu yang punya tujuan : mengintegrasikan konflik konflik dan rintangan rintangan yang dihadapi, memuaskan kebutuhan kebutuhan individu dan menyusun rencana rencana untuk mencapai tujuan dimasa datang.

·         Kepribadian terletak di otak, tanpa otak tidak ada kepribadian.

 

Struktur Kepribadian Murray

Pandangan-pandangan Murray tentang struktur kepribadian sangat dipengaruhi oleh teori Psikoanalisa Freud, meskipun dalam banyak hal berbeda secara mencolok.

1.      Proceedings dan Serials

Menurut Murray, proceeding adalah hal-hal yang kita amati untuk digambarkan dan dijelaskan menggunakan model-model tertentu serta hal-hal yang akan kita prediksikan untuk menguji kejituan perumusan-perumusan kita. Idealnya, durasi dari proceeding ditentukan oleh dua hal yaitu; permulaan dan penyelesaian. Konsep proceeding mencerminkan keyakinan Murray, bahwa tingkah laku tidak mungkin terlepas dari dimensi waktu. Menurut Murray, proceeding dapat digolongkan menjadi internal (daydreaming, problem solving, planning in solitude ) atau eksternal ( berinteraksi dengan orang lain atau objek-objek dalam lingkungan ).

Serial adalah satuan tingkah laku fungsional yang lebih panjang. Penggambaran tingkah laku secara serial sangat penting karena proceeding-proceeding tertentu begitu erat berhubungan dengan yang lain, sehingga tidak mungkin diteliti sendiri-sendiri untuk mendapatkan arti secara keseluruhan.

2.      Serial Programs dan Schedules

Serial program adalah penyusunan secara teratur atas sub-sub tujuan yang merentang ke arah masa depan, mungkin sampai jangka waktu bertahun-tahun, dan apabila berlangsung dengan baik, akhirnya akan mencapai suatu keadaan yang diinginkan.Schedule adalah sarana-sarana untuk mereduksikan konflik antara kebutuhan-kebutuhan dan objek-objek tujuan yang saling bersaing, dengan cara mengatur penyaluran kecenderungan-kecenderungan ini pada waktu yang berbeda.

3.      Abilities dan Achievements

Menurut Murray, kemampuan dan prestasi adalah bagian yang penting dalam kepribadian. Kedua hal tersebut menjalankan fungsi sentral menjembatani disposisi-disposisi dengan tindakan serta hasil ke arah mana disposisi-disposisi tersebut ditujukan. Hasil dari penelitian-penelitian Murray, menunjukkan bahwa konsep ability dan achievement berlaku pada berbagai bidang seperti; mekanik, kepemimpinan, sosial-ekonomi, erotik dan intelektual.

4.      Pembentukan Kepribadian

Murray setuju dengan konsep Id, Ego, dan Superego yang dikemukakan oleh Freud. Id sebagai gudang impuls-impuls yang bersifat primitif dan tidak dapat diterima, disinilah sumber energy dan motif yang dibawa sejak lahir. Murray juga berpendapat bahwa Id berisi impuls yang dapat diterima oleh diri dan masyarakat. Ego, sejalan dengan teori Psikoanalitis dipandang sebagai organisator atau integrator sentral tingkah laku. kekuatan dan keberhasilan ego merupakan faktor penting penentu penyesuaian diri individu. Superego, dalam teori Murray dipandang sebagai penanaman kebudayaan. Superego merupakan subsistem yang diinternalisasikan dan dalam individu bertindak sebagai pengatur tingkah laku persis seperti yang pernah dilakukan oleh pelaku-pelaku diluar individu.

Dinamika Kepribadian

            Kontribusi Murray terhadap teori psikologi yang telah menjadi paling menonjol terdapat dalam representasi perjuangan, pencarian, keinginan, harapan, dan kesediaan manusia. Bisa dikatakan bahwa posisinya pada dasarnya merupakan suatu psikologi yang memotivasi. Fokus ini terhadap proses motivasi adalah hal yang selaras dengan keyakinan Murray bahwa studi tentang kecenderungan arah seseorang memegang peranan penting untuk memahami perilaku manusia. “…Hal yang paling penting untuk mengetahui tentang seseorang … adalah the superordinate directionality/directionalities mengenai kegiatannya, baik mental, verbal ataupun fisik” (Murray, 1951b, p.276). Ketertarikan Murray terhadap directionality membawanya kepada hal yang paling kompleks dan menggambarkan secara cermat mengenai sistem konstruksi motivasi yang dapat ditemukan dalam suasana psikologi contemporer. Minat taksonominya jelas terungkap dalam diri pasien dan terserap dalam mengklasifikasikan elemen perilaku manusia dari segi faktor penentu atau motif manusia yang mendasarinya.Dalam memikirkan teori Murray mengenai motivasi kita seharusnya mulai dengan diskusi mengenai konsep need, yangmana dari awal telah menjadi fokus dari upaya konseptualnya, dan konsep terkait lainnya yaitu press, tension reduction, thema, need integrate, unity-thema,dan regnancy. Akhirnya kita akan membahas nilai terkaitnya dan konsep vector yang mewakili teorinya.

 

Need (Kebutuhan)

Kebutuhan adalah sebuah gagasan (sebuah fiksi yang mudah digunakan atau konsep hipotetis) yangmana berdiri untuk sebuah kekuatan … di wilayah otak, suatu kekuatan yang mengatur persepsi, apersepsi, cara berpikir, konatif dan tindakan yang merupakan jalan untuk merubah ke arah tertentu yang ada, situasi yang tidak memuaskan.

Murray menyatakan bahwa keberadaan kebutuhan dapat disimpulkan atas dasar:

1.      Efek atau hasil akhir perilaku

2.      Pola tertentu atau modus perilaku yang terlibat

3.      Perhatian dan respon yang selektif terhadap kelas tertentu dari objek stimulus

4.      Ekspresi dari emosi dan pengaruh tertentu

5.      Ekspresi kepuasan ketika efek tertentu diterima atau mengecawakan ketika efek tersebut tidak didapatkan

 

Tipe-tipe Kebutuhan Murray yaitu:

a.       Kebutuhan Primer atau viscerogenic needs : kebutuhan untuk kepuasan fisik, seperti: udara, air, makanan, sex, ASI, buang air kecil dan buang air besar.

Kebutuhan Sekunder atau physogenic needs : kebutuhan sebagai turunan dari kebutuhan primer dan berperan sebagai kebutuhan batiniah, seperti : pendapatan,pencapaian atau prestasi, pengakuan oleh orang lain, mendapatkan perhatian, kekuasaan, kemandirian, dan kehormatan.

b.      Overt needs : kebutuhan mengeskpresikan diri pada hal yang nyata seperti tingkah laku motorik.

Covert needs : kebutuhan mengekspresikan diri pada hal yang terpendam seperi fantasi dan mimpi karena tidak semua kebutuhan tersebut dapat diekspresikan melalui tingkah laku motorik karena adanya norma-norma di dalam masyarakat.

c.       Focal needs : kebutuhan yang memiliki sumber terfokus pada satu titik saja.

Difuse needs : kebutuhan yang memiliki sumber tersebar di banyak tempat.

d.      Proactive needs : kebutuhan yang digerakkan oleh dorongan diri sendiri

Reactive needs : kebutuhan yang ada sebagai akibat dari suatu hasil dari kejadian.

e.       Process activity : berbagai proses indra yang bekerja dalam melakukan aktivitas dan pelaku mendapat  kesenangan dari proses tersebut

Modal needs : kebutuhan untuk mendaoatkan reward atau penghargaan apabila melakukan pekerjaan dengan sempurna

Effect needs : kebutuhan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan

 

Daftar kebutuhan Murray :

*      ABASEMENT=Untuk menerima tekanan dari luar, seperti : luka, makian, kritik, hukuman dan menerima kekurangan, kesalahan dan kekalahan.

*      ACHIEVEMENT=Untuk menyelesaikan masalah atau tantangan dengan menguasai, memanipulasi, cepat, mandiri, sempurna, menaikkan harga diri dengan meningkatkan keahlian.

*      AFFILIATION=Untuk bekerja sama dan bernegosiasi dengan orang lain.

*      AGRESSION=Untuk mengatasi perlawanan, berkelahi, membalas dendam, menyerang dan menghukum orang lain.

*      AUTONOMY=Untuk bebas, tidak terikat dan berdiri sendiri serta menghindari paksaan dan kediktatoran.

*      COUNTERACTION=Untuk menguasai atau mengatasi kegagalan, kelemahan, ketakutan, menghargai diri sendiri dengan meningkatkan kualitas diri.

*      DEFENDENCE=Untuk membela diri dari gangguan eksternal maupun internal.

*      DEFERENCE=Untuk mengakui dan menghomati orang lain yang lebih ‘tinggi’.

*      DOMINANCE=Untuk mengontrol kehidupan seseorang, mempengaruhi orang lain dengan sugesti, bujukan, dan perintah.

*      EXHIBITION=Untuk menimbulkan impresi, menjadi perhatian untuk dilihat dan didengar orang lain.

*      HARMAVOIDANCE=Untuk menghindari luka, sakit, siksaan dan kematian serta menyelamatkan diri.

*      INFAVOIDANCE=Untuk menghindari penghinaan, kabur disaat-saat yang memalukan, menghindari hal-hal yang beresiko.

*      NURTURANCE=Untuk memberikan simpati dan memberikan pertolongan bagi yang membutuhkan.

*      ORDER=Untuk mengorganisir sesuatu.

*      PLAY=Untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan, menghilangkan stress, seperti tertawa dan mengeluarkan lelucon.

*      REJECTION=Untuk menolak hal-hal yang tidak sesuai dengan prinsipnya.

*      SENTIENCE=Untuk mencari dan menikmati kesan yang menyentuh perasaan .

*      SEX=Untuk melakukan hubungan intim dengan orang lain.

*      SUCCORANCE=Untuk dicintai, dilindungi, dituntun, dimaafkan, dan untuk selalu didukung.

*      UNDERSTANDING=Untuk bertanya atau menjawab pertanyaan, untuk menspekulasi, menganalisis, dan mengeralisasi.

 

Perkembangan Kepribadian

Menurut Murray, “sejarah dari kepribadian adalah kepribadian itu sendiri”; mempelajari manusia sebagaimana mereka terus berkembang merupakan hal yang sangat penting untuk memahami manusia itu sendiri. Kombinasi dari proses, ketersambungan, kemampuan, prestasi, kebutuhan, tekanan, proses memerintah, tujuan dan nilai dapat digunakan untuk memahami manusia dalam beberapa hal dalam satu waktu, tetapi dalam penggambarannya hal itu tidaklah cukup. Karena bagian-bagian tersebut hanya dapat di mengerti dengan kesimpulan dari keseluruhannya, penelitian longitudinal dari manusialah yang merupakan hal terpenting.Kita akan memulai dari memikirkan konsep Murray mengenai “complex”, yang didasarkan pada pemikiran Freudian dan Jungian. Lalu kita akan melihat pemikiran Murray tentang bagaimana perkembangan dan pembelajaran terjadi, termasuk pengaruh penting dari genetic─maturational dan experiential determination. Terakhir kita akan melihat kembali konsepnya tentang bagaimana manusia bersosialisasi atau beradaptasi dengan lingkungannya.

 

 

Psychopatology

Psikopatologi adalah studi tentang penyakit mental, gangguan mental, dan perilaku abnormal / maladaptif. Istilah ini paling sering digunakan dalam psikiatri di manapatologi mengacu pada proses penyakit. Psikologi abnormal adalah istilah yang samadigunakan lebih sering di bidang non-medis psikologi. Psikopatologi tidak harus bingung dengan psikopati, sebuah subtipe genetik dari gangguan kepribadianantisosial. Didasarkan pada karya Freud, Murray membagii lima tahapan pada masa kanak-kanak, masing-masing ditandai oleh kondisi pleasureable yang pasti diakhiri oleh tuntutan sosial.Setiap tahapan meninggalkan jejaknya pada kepribadian kita dalam bentuk kesadaran kompleks atau pola yang mengarahkan perkembangan.Kesesuaian yang terakhir kami untuk murray, semua orang pasti melewati tahapan.dissini perkembangan yang sama ada yang tidak normal tentang mereka kecuali ketika mereka diwujudkan secara ekstrim. suatu kondisi yang membuat orang terpaku pada tahapan2 kepribadian.Teori ini kemudian tidak mampu mengembangkan spontanitas dan fleksibilitas, sebuah situasi yang mengganggu pembentukan ego dan superego.

 

Asasmen

The OSS Assessment Program. Calon potensial untuk posisi OSS ( Office of Strategic Service) diwawancarai dan diberi tes Rorschach, tes TAT dan kuesioner yang mencakup berbagai topik. Calon berpartisipasi dalam tes situasional, yang berada pada situasi stres yang dapat merangsang pengalaman mereka. Perilaku mereka dalam tes ini sangat diamati. Tim penilai mengembangkan prosedur untuk menguji kemampuan kandidat untuk “mentolerir ketegangan emosional dan intelektual yang parah.”

The Thematic Apperception Test. TAT terdiri dari satu set gambar ambigu menggambarkan adegan sederhana. Orang mengambil ujian diminta untuk menulis sebuah cerita yang menggambarkan manusia dan benda dalam gambar, menggambarkan apa yang mungkin yang mengarah pada sebuah situasi dan apa yang orang pikirkan dan rasakan.

 

Intervensi

Dalam program penilaian murray untuk oss, dia menggunakan tes situasional (pengamatan perilaku), Hal ini menyebabkan pengembangan pusat-pusat penilaian, yang sangat populer di dunia bisnis saat ini. Murray dan rekan mengembangkan tes Apersepsi Tematik (TAT), berdasarkan konsep Freud tentang proyeksi penelitian.Murray melibatkan analisis ekstensif pada S1 mahasiswa laki-laki normal.Jadi, pendekatannya adalah idiografis (melibatkan studi intensif dari orang nomor kecil) daripada nomotetis (melibatkan perbedaan statistik ditemukan di antara sekelompok besar orang). Penelitian yang cukup besar telah dilakukan pada kebutuhan yang diusulkan Murray untuk prestasi dan afiliasi dan respon terhadap pentingnya power terletak pada daftarnya kebutuhan dan teknik nya untuk menilai kepribadian.

 

5.                  Teori Medan dari Kurt Lewin

 

Description: http://organisationdevelopment.org/wp-content/uploads/2012/08/kurt_lewin.jpegKurt Lewin lahir pada tanggal 9 September 1890 disuatu desa kecil di Prusia, daerah dosen. Ia adalah anak kedua dari empat bersaudara, Lewin menyelesaikan sekolah menengahnya di Berlin tahun 1905 kemudian ia masuk Universitas di Freiburg dengan maksud belajar ilmu kedokteran, tetapi ia segera melepaskan idenya ini dan setelah satu semester belajar psikologi pada universitas di sana. Setelah meraih gelar doktornya pada tahun 1914, Lewin bertugas di ketentaraan Jerman selama empat tahun. Pada akhir perang ia kembali ke Berlin sebagai instruktur dan asisten penelitian pada lembaga Psikologi.

Lewin menghabiskan sisa sisa hidupnya di Amerika Serikat. Ia adalah profesor dalam bidang psikologi anak-anak pada Universitas Cornell selama dua tahun (1933-1935) sebelum dipanggil ke Universitas negeri Iowa sebagai profesor psikologi pada Badan Kesejahteraan Anak. Pada tahun 1945, Lewin menerima pengangkatan sebagai profesor dan direktur Pusat Penelitian untuk dinamika kelompok di Institut Teknologi Massachussetts. Pada waktu yang sama, ia menjadi direktur dari Commission of Community Interrelation of The Amerika Jewish Congress, yang aktif melakukan penelitian tentang masalah masalah kemasyarakatan. Ia meninggal secara mendadak karena serangan jantung di Newton Ville, Massachussetts, pada tanggal 9 Februari 1947 pada usia 56 tahun.

 

Konsep Utama Teori Lewin

Bagi Lewin, teori medan bukan suatu sistem psikologi baru yang terbatas pada suatu isi yang khas: teori medan merupakan sekumpulan konsep dengan dimana seseorang dapat menggambarkan kenyataan psikologis. Konsep konsep ini harus cukup luas untuk dapat diterapkan dalam semua bentuk tingkah laku, dan sekaligus juga cukup spesifik untuk menggambarkan orang tertentu dalam suatu situasi konkret. Lewin juga menggolongkan teori medan sebagai “suatu metode untuk menganalisis hubungan hubungan kausal dan untuk membangun konstruk-konstruk ilmiah”

Ciri ciri utama dari teori Lewin, yaitu :

1.      Tingkah laku adalah suatu fungsi dari medan yang ada pada waktu tingkah laku itu terjadi

2.      Analisis mulai dengan situasi sebagai keseluruhan dari mana bagian bagian komponennya dipisahkan

3.      Orang yang kongkret dalam situasi yang kongkret dapat digambarkan secara matematis.

Konsep konsep teori medan telah diterapkan Lewin dalam berbagai gejala psikologis dan sosiologis, termasuk tingkah laku bayi dan anak anak , masa adolsen , keterbelakangan mental, masalah masalah kelompok minoritas, perbedaan perbedan karakter nasional dan dinamika kelompok.

Dibawah ini kita akan membahas Teori Lewin tentang struktur, dinamika dan perkembangan kepribadian yang dikaitkan dengan lingkungan psikologis, karena orang orang dan lingkungannya merupakan bagiab bagian ruang kehidupan (life space) yang saling tergantung satu sama lain. Life space digunakan Lewin sebagai istilah untuk keseluruhan medan psikologis.

 

Struktur Kepribadian

 Lewin sebaiknya menggambarkan pribadi itu dengan menggunakan definisi konsep-konsep struktural secara spasial. Dengan cara ini , Lewin berusaha mematematisasikan konsep-konsepnya sejak dari permulaan. Matematika Lewin bersifat non-motris dan menggambarkan hubungan-hubungan spasial dengan istilah-istilah yang berbeda. Pada dasarnya matematika Lewin merupakan jenis matematika untuk menggambarkan interkoneksi dan interkomunikasi antara bidang bidang spasial dengan tidak memperhatikan ukuran dan bentuknya.

Pemisahan pribadi dari yang lain-lainnya di dunia dilakukan dengan menggambarkan suatu figur yang tertutup. Batas dari figur menggambarkan batas batas dari entitas yang dikenal sebagai pribadi. Segala sesuatu yang terdapat dalam batas itu adalah P (pribadi): sedangkan segala sesuatu yang terdapat di luar batas itu adalah non-P.

Selanjutnya untuk melukiskan kenyataan psikologis ialah menggambar suatu figur tertutup lain yang lebih besar dari pribadi dan yang melingkupnya. Bentuk dan ukuran figur yang melingkupi ini tidak penting asalkan ia memenuhi dia syarat yakni lebih besar dari pribadi dan melingkupimya. Figur yang baru ini tidak boleh memotong bagian dari batas lingkaran yang menggambarkan pribadi.

Lingkaran dalam elips ini bukan sekedar suatu ilustrasi atau alat peraga, melainkan sungguh-sungguh merupakan suatu penggambaran yang tepat tentang konsep-konsep struktural yang paling umum dalam teori Lewin, yakni pribadi, lingkungan psikologis dan ruang hidup.

a. Ruang Hidup

Ruang hidup mengandung semua kemungkinan fakta yang dapat menentukan tingkah laku individu. Ruang hidup meliputi segala sesuatu yang harus diketahui untuk memahami tingkah laku kongkret manusia individual dalam suatu lingkungan psikologis tertentu pada saat tertentu. Tingkah laku adalah fungsi dari ruang hidup.

Secara matematis : TL = f( RH)

Fakta fakta non psikologis dapat dan sungguh sungguh mengubah fakta fakta psikologis. Fakta fakta dalam lingkungan psikologis dapat juga menghasilkan perubahan perubahan dalam dunia fisik. Ada komunikasi dua arah antara ruang hidup dan dunia luar bersifat dapat ditembus (permeability), tetapi dunia fisik (luar) tidak dapat berhubungan langsung dengan pribadi karena suatu fakta harus ada dalam lingkungan psikologis sebelum mempengaruhi/dipengaruhi oleh pribadi.

b. Lingkungan Psikologis

Meskipun pribadi dikelilingi oleh lingkungan psikologisnya, namun ia bukanlah bagian atau termasuk dalam lingkungan tersebut. Lingkungan Psikologis berhenti pada batas pinggir elips, Tetapi batas antara pribadi dan lingkungan juga bersifat dapat ditembus. Hal ini berarti fakta fakta lingkungan dapat mempengaruhi pribadi.

Secara matematis : P = f (LP)

Dan fakta fakta pribadi dapat mempengaruhi lingkungan.

Secara matematis : LP = f (LP)

c. Pribadi

Menurut Lewin, pribadi adalah heterogen, terbagi menjadi bagian bagian yang terpisah meskipun saling berhubungan dan saling bergantung. Daerah dalam personal dibagi menjadi sel sel. Sel sel yang berdekatan dengan daerah konseptual motor disebut sel sel periferal ;p; sel sel dalam pusat lingkaran disebut sel sel sentral,s.

Sistem motor bertidak sebagai suatu kesatuan karena biasanya lahannya dapat melakukan suatu tindakan pada satu saat. Begitu pula dengan sistem perseptual artinya orang hanya dapat memperhatikan dan mempersepsikan satu hal pada satu saat. Bagian bagian tersebut mengadakan komunikasi dan interdependen; tidak bisa berdiri sendiri.

 

Dinamika Kepribadian

Konsep-konsep dinamika pokok dari Lewin yakni kebutuhan energi psikis, tegangan , kekuatan atau vektor dan valensi. Konstruk konstruk dinamik ini menentukan lokomosi khusus dari individu dan cara ia mengatur struktur lingkungannya, Lokomosi dan perubahan perunahan struktur berfungsi mereduksikan tegangan dengan cara memuaskan kebutuhan. Suatu tegangan dapat direduksikan dan keseimbanagan dipulihkan oleh suatu lokomosi substitusi. Proses ini menuntut bahwa dua kebutuhan erat bergantungan satu sama lain sehingga pemiasan salah satu kebutuhan adalah melepaskan tegangan dari sistem kebutuhan lainnya.

Akhirnya, tegangan dapat direduksikan dengan lokomosi lokomosi murni khayalan. Seseorang yang berkhayal bahwa ia telah melakukan suatu perbuatan yang sulit atau menempati suatu jabatan yang tinggi mendapat semacam kepuasan semu dari sekedar berkhayal tentang keberhasilan.

Dinamika kepribadian menrut Kurt Lewin:

1. Energi

Menurut Lewin manusia adalah system energi yang kompleks. Energi muncul dari perbedaan tegangan antar sel atau antar region. Tetapi ketidakseimbangan dalam tegangan juga bias terjadi antar region di system lingkungan psikologis.

2. Tegangan

Tegangan ada dua yaitu tegangan yang cenderung menjadi seimbang dan cenderung untuk menekan bondaris system yang mewadahinya.

3. Kebutuhan

Menurut Lewin kebutuhan itu mencakup pengertian motif, keinginan dan dorongan. Menurut Lewin kebutuhan ada yang bersifat spesifik yang jumlahnya tak terhingga, sebanyak keinginan spesifik manusia.

 

Perkembangan Kepribadian

Menurut Lewin hakekat Perkembangan Kepribadian itu adalah :

1.      Diferensiasi

Yaitu semakin bertambah usia, maka region region dalam pribadi seseorang dalam LP-nya akan semakin bertambah. Begitu pula dengan kecakapan kecakapan/ keterampilan keterampilannya. Contoh : orang dewasa lebih pandai menyembunyikan isi hatinya daripada anak-anak (region anak lebih mudah ditembus).

2.      Perubahan dalam variasi tingkah lakunya

3.      Perubahan dalam organisasi dan struktur tingkah lakunya lebih kompleks.

4.      Bertambah luas arena aktivitas

Contoh: Anak kecil terikat oleh masa kini sedangkan orang dewasa terikat oleh masa kini, masa lampau dan masa depan.

5.      Perubahan dalam realitas. Dapat membedakan yang khayal dan yang nyata, pola berpikir meningkat, contohnya dari pola berpikir assosiasi menjadi pola berpikir abstrak.

 

6.                  Teori Psikologi Individual dari Allport

 

Description: http://www.biografiasyvidas.com/biografia/a/fotos/allport.jpg Gordon W. Allport di lahirkan di Indiana pada tahun 1897 tetapi dibesarkan serta mendapat pendidikan yang mula mula di Cleveland. Ayahnya seorang dokter, saudaranya tiga orang dan semuanya laki laki. Dia menyelesaikan pelajaran “Undergraduate” nya di Harvard University. Pada Tahun 1919 menyelesaikan pelajarannya dengan keahlian pokok ilmu Ekonomi dan filsafat. Setelah itu ia mengajar di Istambul dalam mata kuliah Sosiologi dan Bahasa Inggris. Kemudian kembali lagi ke Harvard untuk belajar dan tahun 1922 mendapat Ph. D. dalam psikologi.

Struktur dan Dinamika Kepribadian

Bagi Allport struktur kepribadian itu terutama dinyatakan dalam sifat-sifat (traits) dan tingkah laku didorong oleh sifat-sifat (traits). Jadi struktur dan dinamika itu pada umumnya satu dan sama. Allport berpendapat bahwa masing-masing pengertian refleks bersyarat, kebiasaan, sikap, sifat, diri (self) dan kepribadian itu kesemuanya masing-masing adalah bermanfaat.

Tetapi walaupun semua pengertian itu diterima dan dianggap penting, namun tekanan utama diletakkannya pada sifat (trait), sedangkan disamping itu sikap (attitude) dan intensi (intentions) diberinya kedudukan yang kira-kira sama, sehingga ada yang menamakan psikologi Allport itu adalah “trait psychology”.

 

Definisi Alport tentang Kepribadian

a.        Kepribadian,  Watak dan Temperamen

*      Kepribadian

Allport mendefinisikan kepribadian itu sebagai “What a man really is”. Tetapi definisi itu dianggapnya sendiri kurang memadai dan terlampau singkat, dan karena itu lalu dikemukakannya definisi yang lebih memadai, Menurut Allport, Kepribadian adalah organisasi dinamis dalam individu sebagai system psikofisis yang menentukan caranya yang khas dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan.

*      Watak (Karakter)

Allport menunjukan bahwa biasanya kata watak menunjukan arti normatif, dia menyatakan bahwa character is personality evaluated and personality is character devaluated”. (Allport 1951, p. 52)

*      Tempramen

Tempramen adalah disposisi yang sangat erat hubungannya dengan faktor-faktor biologis atau fisiologis dan karenanya sedikit sekali mengalami modifikasi di dalam perkembangan. Peranan keturunan atau dasar disini lebih penting/ besar daripada segi segi kepribadian yang lain.

“Tempramen adalah gejala karakteristik dari pada sifat emosi individu, termasuk juga mudah tidaknya terkena rangsangan emosi, kekuatan serta kecepatannya bereaksi, kualitas kekuatan suasana hatinya, segala cara dari pada fluktuasi dan intensitat suasana hati, gejala ini tergantung kepada factor konstitusional dan karenanya terutama berasal dari keturunan”. (Alport, 1951, p. 54)

 

b.        Sifat (Trait)

Sifat adalah Sistem neuropsikis yang digeneralisasikan dan diarahkan, dengan kemampuan untuk menghadapi bermacam-macam perangsang secara sama, memulai serta membimbing tingkah laku adaptif dan ekspresif secara sama (Allport, 1951,p.289)

Perbedaan sifat dengan beberapa pengertian yang lain:

*      Kebiasaan (habit)

Sifat (trait) dan Kebiasaan (habit) kedua duanya adalah tendens determinasi, akan tetapi sifat itu lebih umum, baik dalam situasi yang dicocokinya maupun dalam response yang terjelma darinya.

*      Sikap (attitude) 

Menurut Allport perbedaan antara sifat (trait) dan sikap (attitude) sukar diberikan, kedua duanya itu adalah predisposisi untuk berespons, kedua duanya adalah khas, kedua duanya dapat memulai atau membimbing tingkah laku, keduanya adalah hasil dari factor genetis dan belajar.

*      Tipe

Allport membedakan antara sifat dan tipe. Menurut dia orang dapat memiliki sesuatu sifat, tetapi tidak dapat memiliki suatu tipe. Tipe adalah konstruksi ideal si pengamat, dan seseorang dapat disesuaikan dengan tipe itu tapi dengan konsekuensi diabaikan sifat sifat khas individunya.

*      Proprium

Allport mengemukakan, hendaknya semua fungsi self atau ego disebut fungsi proprium (propiate function) daripada kepribadian. Fungsi- fungsi ini (termasuk kesadaran jasmani, self identity, self es-teem, self extention, rational thinking, self image, propriate striving dan fungsi mengenal) semuanya adalah bagian bagian yang vital dari pada kepribadian.

*      Otonomi Fungsional (Functional Autonomy)

Otonomi fungsional berbeda dari pengertian umum bahwa sesuatu tingkah laku itu, misalnya mula mula pemburu itu berburu untuk mencari makan, kalau ini sudah terpenuhi dia berburu untuk menyatakan dasar agresinya. Otonomi fungsional menyatakan bahwa pemburu akan tetap berburu walaupun tidak ada arti instrumentalnya artinya tanpa ada dorongan agresi atau kebutuhan yang lebih pokok dari itu yang mendasari perbuatan itu.

 

Perkembangan Kepribadian

Melihat dari teori otonomi fungsional itu nyatalah bahwa individu itu dari lahir mengalami perubahan perubahan yang penting.

*      Kanak-kanak

Allport memandang neonatus itu semata mata sebagai makhluk yang diperlengkapi dengan keturunan keturunan, dorongan- dorongan/ nafsu-nafsu dan refleks- refleks. Jadi belum memiliki bermacam- macam sifat yang kemudian dimilikinya. Dengan kata lain belum memiliki kepribadian.

*      Transformasi kanak kanak

Macam macam mekanisme atau prinsip yang dipakai untuk membuat deskripsi mengenai perubahan perubahan sejak kanak kanak sampai dewasa yaitu; diferensiasi, integrasi, pemasakan, belajar, kesadaran diri, sugesti, self-esteem, Inferiority dan kompensasi, mekanisme mekanisme psikoanalitis, otonomi fungsional, reorientasi mendadak trauma, extension of self, self-obyektification, instink dan humor, pandangan hidup pribadi.

*      Orang Dewasa

Pada orang dewasa faktor faktor yang menentukan tingkah laku adalah sifat sifat (traits) yang terorganisasikan dan selaras. Sifat sifat ini timbul dalam berbagai cara dari perlengkapan perlengkapan yang dimiliki neonatus.

 

 

 

 

 

7.                  Teori Stimulus-Respons dari Trondike, Hull, Watson

 

Menurut teori ini, jiwa manusia terdiri dari bermacam-macam daya. Masing-masing daya dapat dilatih dalam rangka untuk memenuhi fungsinya. Untuk melatih suatu daya itu dapat digunakan berbagai cara atau bahan. Sebagai contoh untuk melatih daya ingat dalam belajar misalnya dengan menghafal kata-kata atau angka, istilah-istilah asing. Begitu pula untuk daya-daya yang lain. Yang penting dalam penguasaan bahan atau materinya, melainkan hasil dari pembentukan daya-daya itu. Kalau sudah demikian, maka seseorang yang belajar itu akan berhasil.

Menurut teori behavioristik belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman (Gage, Berliner, 1984) Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon (Slavin, 2000). Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada siswa, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan siswa terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur. Yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh siswa (respon) harus dapat diamati dan diukur. Teori ini mengutamakan pengukuran, sebab pengukuran merupakan suatu hal penting untuk melihat terjadi atau tidaknya perubahan tingkah laku tersebut.

 

Description: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/6/67/Edward_Thorndike.jpg/220px-Edward_Thorndike.jpgTeori Belajar Menurut Thorndike

 Menurut Thorndike, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus adalah apa yang merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan, atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indera. Sedangkan respon adalah reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar, yang dapat pula berupa pikiran, perasaan, atau gerakan/tindakan. Jadi perubahan tingkah laku akibat kegiatan belajar dapat berwujud konkrit, yaitu yang dapat diamati, atau tidak konkrit yaitu yang tidak dapat diamati. Meskipun aliran behaviorisme sangat mengutamakan pengukuran, tetapi tidak dapat menjelaskan bagaimana cara mengukur tingkah laku yang tidak dapat diamati. Teori Thorndike ini disebut pula dengan teori koneksionisme (Slavin, 2000).

Ada tiga hukum belajar yang utama, yakni (1) hukum efek; (2) hukum latihan dan (3) hukum kesiapan (Bell, Gredler, 1991). Ketiga hukum ini menjelaskan bagaimana hal-hal tertentu dapat memperkuat respon.

 

Teori Belajar Menurut Clark Hull

Description: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/ce/ClarkHull2.jpg/220px-ClarkHull2.jpg Clark Hull juga menggunakan variabel hubungan antara stimulus dan respon untuk menjelaskan pengertian belajar. Namun dia sangat terpengaruh oleh teori evolusi Charles Darwin. Bagi Hull, seperti halnya teori evolusi, semua fungsi tingkah laku bermanfaat terutama untuk menjaga agar organisme tetap bertahan hidup. Oleh sebab itu Hull mengatakan kebutuhan biologis (drive) dan pemuasan kebutuhan biologis (drive reduction) adalah penting dan menempati posisi sentral dalam seluruh kegiatan manusia, sehingga stimulus (stimulus dorongan) dalam belajarpun hampir selalu dikaitkan dengan kebutuhan biologis, walaupun respon yang akan muncul mungkin dapat berwujud macam-macam. Penguatan tingkah laku juga masuk dalam teori ini, tetapi juga dikaitkan dengan kondisi biologis (Bell, Gredler, 1991).

 

 

Description: http://blog.isdfundacion.org/wp-content/uploads/2012/11/John-B-Watson.jpgTeori Belajar Menurut Watson

 Watson mendefinisikan belajar sebagai proses interaksi antara stimulus dan respon, namun stimulus dan respon yang dimaksud harus dapat diamati (observable) dan dapat diukur. Jadi walaupun dia mengakui adanya perubahan-perubahan mental dalam diri seseorang selama proses belajar, namun dia menganggap faktor tersebut sebagai hal yang tidak perlu diperhitungkan karena tidak dapat diamati. Watson adalah seorang behavioris murni, karena kajiannya tentang belajar disejajarkan dengan ilmu-ilmu lain seperi Fisika atau Biologi yang sangat berorientasi pada pengalaman empirik semata, yaitu sejauh mana dapat diamati dan diukur.

8.                  Teori The Self dari Carl Rogers

Description: http://shvedovskaya.com/wp-content/uploads/2013/02/rogers-1.jpg

Carl Ransom Rogers dilahirkan di Oak Park, Illinois, pada tahun 1902 dan wafat di LaJolla, California, pada tahun 1987. Semasa mudanya, Rogers tidak memiliki banyak teman sehingga ia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk membaca. Dia membaca buku apa saja yang ditemuinya termasuk kamus dan ensiklopedi, meskipun ia sebenarnya sangat menyukai buku-buku petualangan. Ia pernah belajar di bidang agrikultural dan sejarah di University of Wisconsin. Pada tahun 1928 ia memperoleh gelar Master di bidang psikologi dari Columbia University dan kemudian memperoleh gelar Ph.D di dibidang psikologi klinis pada tahun 1931.

Pada tahun 1931, Rogers bekerja di Child Study Department of the Society for the prevention of Cruelty to Children (bagian studi tentang anak pada perhimpunan pencegahan kekerasan tehadap anak) di Rochester, NY. Pada masa-masa berikutnya ia sibuk membantu anak-anak bermasalah/nakal dengan menggunakan metode-metode psikologi. Pada tahun 1939, ia menerbitkan satu tulisan berjudul “The Clinical Treatment of the Problem Child”, yang membuatnya mendapatkan tawaran sebagai profesor pada fakultas psikologi di Ohio State University. Dan pada tahun 1942, Rogers menjabat sebagai ketua dari American Psychological Society.

Carl Rogers adalah seorang psikolog humanistik yang menekankan perlunya sikap saling menghargai dan tanpa prasangka (antara klien dan terapist) dalam membantu individu mengatasi masalah-masalah kehidupannya. Rogers menyakini bahwa klien sebenarnya memiliki jawaban atas permasalahan yang dihadapinya dan tugas terapist hanya membimbing klien menemukan jawaban yang benar. Menurut Rogers, teknik-teknik assessment dan pendapat para terapist bukanlah hal yang penting dalam melakukan treatment kepada klien.

Hasil karya Rogers yang paling terkenal dan masih menjadi literatur sampai hari ini adalah metode konseling yang disebut Client-Centered Therapy. Dua buah bukunya yang juga sangat terkenal adalah Client-Centered Therapy(1951) dan On Becoming a Person (1961).

Rogers terkenal dengan teori selfnya dalam menjelaskan kepribadian. Teori dari rogers pada dasarnya bersifat phenomenologis. Sebelum menjelaskan lebih lanjut lagi mengenai teori rogers perlu diungkapkan disi makna dari self itu sendiri secara psikologi. Istilah self banyak didefinisikan oleh para ahli-ahli psikologi dengan berbagai sudut pandang yang berbeda tapi dengan tujuan satu yakni menjelaskan mengenai diri individu. Secara umum dapat dijelaskan bahwa self di dalam psikologi memiliki dua makna, yakni :

·         Sikap dan perasaan seseorang terhadap dirinya sendiri. Hal ini dapat diartikan bahwa self adalah sebagai objek, karena pengertian ini mengarah kepada sikap, perasaan, pengamatan dan penelaahan individu terhadap dirinya sendiri sebagai objek dengan kata lain self adalah apa yang dipikirkan orang tentang dirinya sendiri.

·         Suatu keseluruhan proses psikologis yang menguasai tingkah laku dan penyesuaian diri.. Dalam hal ini self dapat dimaknakan sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari proses-proses aktif seperti berpikir, mengingat dan mengamati.

 

Dinamika Kepribadian

Merupakan gabungan antara organism, medan phenomenal, dan self. Ketiganya membentuk suatu hubungan yang saling mempengaruhi. Dimana self menjadi dasar, dan masuk ke organism yang selanjutnya dipengaruhi oleh banyak faktor luar yaitu medan phenomenal.

Dalam hubungannya, self dan organism menimbulkan positive regard, dimana setiap manusia memiliki kebutuhan dasar akan kehangatan, penghargaan, penerimaan, pengagungan, dan cinta dari orang lain. Positive regard terbagi menjadi 2 yaitu:

a.       Conditional positive regard (bersyarat)

Conditional positive regard atau penghargaan positif bersyarat misalnya kebanyakan orang tua memuji, menghormati, dan mencintai anak dengan bersyarat, yaitu sejauh anak itu berpikir dan bertingkah laku seperti dikehendaki orang tua.

b.      Unconditional positive regard (tak bersyarat).

Unconditional positive regard disini anak tanpa syarat apapun dihargai dan diterima sepenuhnya.

Rogers menggambarkan pribadi yang berfungsi sepenuhnya adalah pribadi yang mengalami penghargaan positif tanpa syarat. Ini berarti dia dihargai, dicintai karena nilai adanya diri sendiri sebagai person sehingga ia tidak bersifat defensif namun cenderung untuk menerima diri dengan penuh kepercayaan.

Setelah self dan organism bisa menjadi suatu kesatuan yang baik, namun ketika ia masuk ke lingkungan sosial luar yang beperan sebagai medan phenomenal. Belum tentu ia dapat berkembang dengan sebagaimana mestinya. Setiap individu memiliki real self dan ideal self. Real self yaitu keberadaan individu yang didasarkan pada kecenderungan aktualisasi, yang mengikuti penilaian organismik, kebutuhan dan penerimaan akan pertimbangan positif dan pertimbangan terhadap diri sendiri. Sedangkan ideal self adalah keadaan dimana individu dipengaruhi oleh keinginan masyarakat dan didesak hidup dengan syarat-syarat kepatuhan yang berada diluar penilaian organismik kita sendiri, serta hanya menerima pertimbangan positif kondisional dan pertimbangan terhadap diri sendiri. Namun, dalam kehidupan nyata terdapat jurang yang memisahkan antara diri riil dan diri ideal yang disebut Incongruity. Semakin lebar jarak antara keduanya, semakin besar pula incongruity-nya sehingga semakin besar pula tekanan dan penderitaan yang dirasakan.

Untuk mengatasi tekanan yang dirasakan, Rogers berpendapat terdapat cara untuk mengatasinya, yaitu melalui Pertahanan. Ketika individu berada dalam incongruity maka pada saat itu individu berada dalam situasi terancam. Menjelang situasi yang mengancam itu individu akan merasa cemas. Salah satu cara menghindarinya adalah dengan melarikan diri dalam bentuk psikologis dengan menggunakan pertahanan-pertahanan. Dua macam cara pertahanan adalah Pengingkaran dan Distorsi perseptual.

 

a.       Pengingkaran adalah dimana individu memblokir situasi yang mengancam melalui menyingkirkan kenangan buruk atau rangsangan yang memancing kenangan itu muncul dari kesadaran (menolak untuk mengingatnya).

b.      Distorsi perseptual adalah penafsiran kembali sebuah situasi sedemikian rupa sehingga tidak lagi dirasakan terlalu mengancam.

Ketika pertahanan yang dilakukan seseorang runtuh dan merasa dirinya hancur berkeping-keping disebut sebagai psikosis. Akibatnya perilaku individu menjadi tidak konsisten, kata-kata yang keluar dari mulutnya tidak nyambung, emosinya tidak tertata, tidak mampu membedakan antara diri dan bukan diri serta menjadi individu yang tidak punya arah dan pasif.

 

Perkembangan Kepribadian

Konsep diri ( self concept ) menurut Rogers adalah bagian sadar dari ruang fenomenal yang disadari dan disimbolisasikan, dimana “ aku “ merupakan pusat referensi setiap pengalaman. Konsep diri merupakan bagian inti dari pengalaman individu yang secara perlahan dibedakan dan disimbolisasikan sebagai bayangan tentang diri yang mengatakan “ apa dan siapa aku sebenarnya “ dan “ apa yang sebenarnya harus saya perbuat “. Jadi, self concept adalah kesadaran batin yang tetap, mengenai pengalaman yang berhubungan dengan aku dan membedakan aku dari yang bukan aku.

Rogers tidak membahas teori pertumbuhan dan perkembangan, dan tidak melakukan riset jangka panjang. Namun dia yakin adanya kekuatan tumbuh pada semua orang yang secara alami mendorong proses organisme menjadi semakin kompleks, dan secara keseluruhan semakin mengaktualisasikan dirinya. Aktualisasi diri adalah proses menjadi diri sendiri (be myself) dan mengembangkan sifat serta potensi- potensi psikologis individu yang unik. Aktualisasi diri akan terbantu atau terhalang oleh pengalaman dan belajar khususnya dalam masa kanak- kanak. Aktualisasi diri akan berubah sejalan dengan perkembangan hidup seseorang. Rogers memandang organisme terus menerus bergerak maju. Tujuan tingkahlaku bukan untuk mereduksi tegangan enerji tetapi mencapai aktualisasi diri yaitu kecenderungan dasar organisme untuk aktualisasi: yakni kebutuhan pemeliharaan (maintenance) dan peningkatan diri (enhancement). Saat mencapai usia tertentu (adolensi) individu akan mengalami pergeseran aktualisasi diri dari fisiologis ke psikologis.

 

Lima sifat khas orang yang berfungsi sepenuhnya (fully human being):

 

1.      Keterbukaan pada pengalaman

Orang yang berfungsi sepenuhnya adalah orang yang menerima semua pengalaman dengan fleksibel, termasuk perasaannya sendiri sehingga selalu timbul persepsi baru. Kalau individu bisa terbuka terhadap perasaannya sendiri maka tidak sulit juga untuk membuka diri untuk aktualisasi. Tentu bagian tersulit di sini adlah membedakan perasaan riil dari kecemasan-kecemasan yang disebabkan oleh syarat-syarat kepatuhan

2.      Kehidupan Eksistensial

Kualitas dari kehidupan eksistensial dimana orang terbuka terhadap pengalamannya sehingga ia selalu menemukan sesuatu yang baru, dan selalu berubah dan cenderung menyesuaikan diri sebagai respons atas pengalaman selanjutnya. Disini Roger memandang sesuatu sebagaimana adanya, kenangan dan angan-angan adalah sesuatu yang kita alami disini dan sekarang.

3.      Keyakinan organismic

Pengalaman akan menjadi hidup ketika seseorang membuka diri terhadap pengalaman itu sendiri. Dengan begitu ia akan bertingkah laku menurut apa yang dirasanya benar (timbul seketika dan intuitif) sehingga ia dapat mempertimbangkan setiap segi dari suatu situasi dengan sangat baik. Hal ini menunjukkan adanya keterkaitan individu dengan kecenderungan aktuaalisasi.

4.      Kebebasan eksistensialis

Orang yang sehat secara psikologis dapat membuat suatu pilihan tanpa adanya paksaan-paksaan atau rintangan–rintangan antara alternatif pikiran dan tindakan. Orang yang bebas memiliki suatu perasaan berkuasa secara pribadi mengenai kehidupan dan percaya bahwa masa depan tergantung pada dirinya sendiri, tidak pada peristiwa di masa lampau sehingga ia dapat meilhat sangat banyak pilihan dalam kehidupannya dan merasa mampu melakukan apa saja yang ingin dilakukannya.

5.      Kreativitas

Keterbukaan diri terhadap pengalaman dan kepercayaan kepada organisme mereka sendiri akan mendorong seseorang untuk memiliki kreativitas dengan ciri–ciri bertingkah laku spontan, tidak defensif, berubah, bertumbuh, dan berkembang sebagai respons atas stimulus-stimulus kehidupan yang beraneka ragam di sekitarnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

http://belajarpsikologi.com/teori-psikoanalitik-oleh-sigmund-freud/

http://himcyoo.wordpress.com/2011/04/21/teori-psikologi-analitikal-carl-gustav-jung/

http://gayuumii.blogspot.com/2012/05/riview-teori-adlerfrommhorney-dan.html

http://nerys2.wordpress.com/teori-kepribadian-henry-murray/

http://www.psychologymania.com/2010/03/kurt-lewin-teori-medan-field-theory.html

http://psikologi-artikel.blogspot.com/2010/03/teori-medan-kurt-lewin.html

http://dianapsycho.blogspot.com/2012/03/teori-kepribadian-gordon-w-allport.html

http://bogcute.blogspot.com/2012/10/teori-behavioristik.html

http://dewilin.blog.com/2010/12/15/teori-kepribadian-carl-rogers/

 

1024×768

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;}

 
Leave a comment

Posted by on June 4, 2013 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: